Polemik Proyek Air di Rana Masak, Begini Penjelasan Dinas PUPR

203

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur–Pengerjaan proyek air minum di Desa Rana Masak, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) disinyalir tidak jelas. Pasalnya, hingga kini pembangunan tersebut belum menjawab kebutuhan warga setempat. Padahal, proyek itu menghabiskan anggaran negara Miliaran rupiah.

“Awalnya Kami berharap, dikerjakannya jaringan perpipaan dan pemasangan meteran. Memberikan harapan baru untuk masyarakat dalam keperluan air minum. Ternyata tidak,” ujar Maria (40) Masyarakat desa Rana Masak, saat dijumpai Wartawan di sumur lokasi timba air, Jumat (14/5) lalu.

Hal senada disampaikan Fransiskus Hada, Kepala Desa Rana Masak. Kepada Wartawan, Ia meminta dinas Pekerjaan Umum (PU) Matim dan Kontraktor pelaksana,  untuk secepatnya menuntaskan pekerjaan.

“Percuma, hanya dipasangkan meteran sementara airnya tidak jalan. Kebutuhan mendasar kami bukan meteran, tapi air”, tandas Dia.

Kades Frans juga menerangkan, langkahnya kebutuhan air minum bersih menjadi masalah yang sangat serius di Rana Masak.

“Apalah artinya, anggaran milyaran rupiah dihabiskan sia-sia. Sementara ibu-ibu harus rela, kembali ke kebiasaan lama, menimba air sumur dan menunggu antrian sampai pagi,” ungkap kades Frans.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Yoseph Marto menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengalokasikan anggaran sebesar 200 Juta untuk menggabungkan 3 sumber mata air agar debitnya lebih besar.

“Debit airnya tidak terlalu besar. Kami sudah mengalokasikan anggaran untuk menggabungkan sumber mata air wae purus dan wae wikul,” kata Marto.

Ia menjelaskan, selama beberapa hari terakhir sebelum liburan Idul Fitri, terjadi putus jaringan utama di sumber wae liang niki yang menyebabkan tidak tersedianya air.

“Kami sementara menangani kerusakan pipa yang putus disumber yang memang kondisi lokasi sangat extrim. Terkait keluhan dari  masyarakat Rana Masak kami harapkan untuk bersabar. Kami sedang melakukan perbaikan secepatnya, karena lokasi penanganan cukup extrim,” jelas Marto.

Sementara itu, Titus Ahas, Kontraktor yang mengerjakan Proyek air di Desa Rana Masak, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengungkapkan bahwa proyek tersebut sudah di PHO.

“Tanggung jawab kami hanya dari bak utama sampai di meteran air. Mengenai kondisi air yang saat ini katanya tidak jalan, itu bukan tanggung jawab kami,” ucap Titus.

Diketahui proyek pengembangan jaringan perpipaan yang menghabiskan anggaran 2,7 Milyar ini dikerjakan oleh PT. Arison Karya Pratama dengan Perencanaan CV. Bayu Pratama.

Proyek itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020, dengan kontrak awal kerja 9 September 2020 dan berakhir pada 18 Desember 2020. Dengan nomor kontrak 82.02.06/PPK.CK-DPUPR/IX/2020.

Pengerjaan proyek Air Minum Bersih (AMB), ini juga telah menjadi rekomendasi kerja Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Matim. Dalam rekomendasi tersebut, DPRD meminta dinas PU kabupaten Manggarai Timur untuk secepatnya selesaikan proyek pengerjaan air minum bersih tersebut agar bisa dimanfaatkan oleh Masyarakat.

Penulis/Editor: Nardi Jaya