Polres Alor Gelar Press Release Kasus Bom Ikan di Pulau Buaya

160

BIDIKNEWS.id, Kalabahi - Polres Alor gelar Konferensi Pers terkait penangkapan pelaku tangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak yang terjadi baru baru ini, Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas, S.I.K yang di damping Kasat Pol Air IPTU Kasman Sara dan KBO Reskrim Ipda I Gede Eka.

Kapolres Alor menuturkan, kasus tersebut bermula pada Jum'at tanggal 25 Juni 2021 lalu Ketika Aipda Richardus Nyomeo bersama Bripka Salema Lewaimang dan Bripka Hasyim R. Enga bergerak dari baranusa melakukan patroli menuju perairan kabir dan tanjung muna, namun dari kejauhan, terdengar dentuman bom.

Penyelam yang melihat kedatangan anggota sat Polair langsung menghidupkan mesin kapal dan melarikan diri dari lokasi tersebut. Dengan sigap, Tim Polair mendekati perahu nelayan tersebut, namun mereka berlarian dan yang tersisa hanya perahu berwarna kuning dengan dua orang nelayan yang sedang mengumpulkan ikan hasil bom.

Anggota Sat Polair melakukan tempakan peringatan sehingga dua orang nelayan yang sedang berada dilaut langsung berenang ke arah pantai, saat itu juga speed boad Anggota Sat Polair Polres Alor langsung merapat ke arah perahu tersebut dan salah satu anggota melompat ke atas perahu tersebut dan mengamankan 2 orang.

Disaat bersamaan, anggota juga mengejar dua orang yang berenang ke arah pantai namun tidak berhasil di amankan karena mereka sudah sampai di bibir pantai kemudian melarikan diri ke arah perbukitan di pulau buaya.

Keterangan Pers yang diterima Bidik News, dari hasil penggeledahan terhadap pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa, ratusan ikan jenis Lajang (Belo-belo), 1 (satu) buah perahu motor kayu berwarna kuning kombinasi hijau dan biru dengan panjang sekitar 11,30 meter, lebar 1,20 meter, tinggi 1 meter lengkap dengan 1 (satu) buah mesin merk DAFENG 30 PK, 1 (satu) buah selengger mesin, 1 (satu) buah mesin kompresor berwarna orange.

Selain itu, polisi juga mengamankan 2 (dua) rol selang kompresor berwarna orange dan bening yang tersambung dengan 2 (dua) buah DAKOR, 3 (tiga) buah jaring keramba berwarna orange, biru tua dan hijau, 2 (dua) pasang sepatu selam, 3 (tiga) buah kaca mata selam, 1 (satu) buah jerigen plastik ukuran 20 (dua puluh) liter, 1 (satu) buah jerigen plastik ukuran 5 (lima) liter, 1 (satu) buah senter kepala dan 1 (satu) buah ember plastik berwarna hitam.

Dua Pelaku dengan inisail SB dan IS di kenakan Pasal 84 ayat (1) Undang-undang Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan jo pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP dengan Ancaman Hukuman Pidana Penjara 6 Tahun dan Denda 1,2 M. Usai press release digelar Kapolres Alor AKBP Agsutinus Christmas, S.I.K memusnahkan Ikan hasil pengeboman yang di sakasikan oleh pengacara kedua pelaku, kejaksaan negeri Kalabahi dan anggota sat polair.

Kapolres menghimbau semua pihak terkait dapat membantu mengatasi penangkapan ikan ilegal menggunakan sistem pengeboman karena dapat merusak ekosistem laut dan merusak keindahan alam bawah laut yang merupakan aset pariwisata yang harus dijaga bersama.

Laporan/Editor : Redaktur Bidik News