Presiden Jokowi ditantang Debat Direktur YLBHI. Berani?

288

BIDIKNEWS.id, Jakarta – Asfinawati, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menantang Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk berdebat mengenai perbedaan pasal-pasal UU Omnibus Law Cipta Kerja yang menjadi polemik beberapa hari terakhir ini.

Menurutnya, debat itu dilakukan guna membuktikan siapa yang menyebar hoaks sesungguhnya, sekaitan dengan penangkapan beberapa orang oleh Polisi lantaran dituding menyebarkan hoax seputaran UU Omnibus Law.

Tantangan debat ini disampaikan oleh Asfina saat menjadi pembicara di Mata Najwa bertajuk “Cipta Kerja: Mana Fakta Mana Dusta” yang disiarkan di Trans7 pada Rabu, 14/10/2020 lalu.

Advertise

Baca Juga

Informasi yang digali Bidik News, Pemerintah berulang kali mengeluarkan imbauan untuk tidak mempercayai hoaks seputar UU Cipta Kerja. Mereka menegaskan tidak ada perbedaan antara draf-draf yang telah diperbaiki.

Namun, dari hasil analisis yang dilakukan oleh YLBHI, ditemukan sejumlah pasal-pasal yang berbeda dari tiap draf.

“Siapa yang melakukan hoaks? Kalau tidak mau ada tuduhan hoaks, mari kita berdebat. Saya ingin tahu, apakah pak Jokowi dan jajarannya betul-betul membaca berbagai draf RUU itu,” kata Asfina seperti dikutip Suara.com, Kamis 15/10/2020.

Najwa Shihab, Presenter Mata Najwa, melempar beberapa pertanyaan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate yang juga turut menjadi pembicara dalam acara tersebut.

Ia mempertegas, kesiapan Johnny untuk melakukan debat terbuka mengenai draf RUU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR beberapa waktu lalu dengan Asfina.

Plate menganulir dalam acara tersebut, bahwa kategori hoaks yang dilabeli pemerintah dalam pengungkapan kasus tersebarnya beberapa poin dalam draf RUU Ciptakerja tersebut sudah benar dan itu merupakan bagian dari tugas Kominfo melabeli hoaks.

Semula, ajakan debat itu diminta olehnya, lantaran Asfina tetap.pada pendiriannya menuding pemerintah sebagai penyebar hoaks. Lucunya, Plate menolak diajak berdebat dengan Asfina. Ia justru menyarankan Asfina berdebat dengan kementerian terkait, bukan dengannya.

Bukan hanya itu, Johnny balik menyerang Asfina terkait debat tersebut. Menurutnya, seharusnya Asfina berdebat saat pembahasan di Panja, bukan ketika sudah disahkan.

Penelusuran Bidik News, Asfina menegaskan timnya sudah melayangkan beberapa pertanyaan di forum saat pembahasan tersebut, namun tidak diberikan kesempatan. Asfina juga menyindir ketidakefektifan nya forum panja saat pembahasan di DPR.

Editor : Redaktur Bidik News