Program HIPPA di Nganjuk Terjadi Pemotongan?, Ini Penjelasannya

395

BIDIKNEWS.id, Nganjuk – Proyek padat karya pembangunan saluran irigasi Program APBN yang berasal dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Surabaya, Kementerian PUPR tahun 2019, yang dikerjakan tahun 2020 itu, diduga dipotong oknum dari salah satu partai politik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bidik News, pemotongan dana HIPPA terjadi di Kecamatan Patianrowo. Bahkan pemotongan senilai 39 juta pada pihak pengusung sudah beredar luas di group pesan Whatsapps.

Sementara, Hamid salah satu anggota LSM LHKPI Nganjuk, mengatakan, ada di sejumlah titik, lokasi proyek padat karya pembangunan saluran irigasi. Program APBN tersebut berasal dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Surabaya, Kementerian PUPR tahun 2019, yang dikerjakan tahun 2020. Anggaran proyeknya per lokasi bernilai hampir Rp 195 juta.

Advertise

Baca Juga

“Oknum dari Parpol itu hanya memotong-motong (dana) saja. Nilainya mungkin kecil, tapi kalau ada kerugian negara yang ditimbulkan, Ini yang kita laporkan,” ujar Hamid Efendi, aktivis LHKPI Nganjuk, kepada Bidik News, Selasa (6/10/2020)

Di salah satu desa, penerima program, yakni Desa Pekuncen, Kecamatan Patianrowo, salah satu perangkat desa mengakui modus minta jatah yang dilakukan oknum parpol tersebut.

“Oknum itu datang minta dana setelah cair di Bendahara Desa,  Karena anggaran kan langsung ditransfer dari pusat ke rekening Desa,” ujar si perangkat desa yang minta namanya dirahasiakan.

Atas temuan tersebut, Hamid meminta aparat penegak hukum (APH) baik di kepolisian maupun kejaksaan segera turun tangan mengusut.

Sampai berita ini diturunkan, oknum parpol dari partai NasDem yang berinisial AS saat ditemui di salah satu tempat tidak mengakui melakukan pemotongan tersebut dan pihaknya hanya mensuplai material yang ada di lokasi proyek HIPPA tersebut.

Laporan : Biro Jatim _ Kuswanto/Kusno
Editor     : Redaktur Bidik News