Program Pengadaan Sapi di Marbo diduga orientasi Kepentingan

11

Takalar, bidiknews.net 
Salah satu program Desa di Kab.Takalar yang saat ini menjadi perioritas adalah pengadaan sapi.
Sebagaimana diketahui, beberapa hari yang lalu, Empat Desa di Kec. Marbo Yakni Desa Cikoang, Lengkese, Bontoparang dan Pattoppakang, baru saja membagikan bantuan sapi pada warganya, dimana sapi tersebut dibeli dengan menggunakan Dana Desa (DD).
Namun kuat dugaan, pengadaan sapi di ke 4 Desa tersebut harganya di markup dan cenderung orientasi keuntungan oleh pihak Kepala Desa.
Bagaimana tidak, sapi yang dibagikan ke warga tersebut sangat kurus, bahkan tulang tulang rusuknya hampir kelihatan semua, padahal salah satu speck pengadaan sapi tersebut, maksimal tulang rusuk sapi yang kelihatan hanya 3 saja.
Selain kurus, harganya juga sangat tidak masuk akal dengan kondisi sapi yang dibeli oleh pihak desa. Dimana dianggarkan sebesar 9.500.000 juta perekornya, dari total anggaran 12.500.000. (Berdasarkan RAB yang dikirimkan oleh salah seorang kepala desa bersangkutan).
Hal ini tentunya menuai sorotan dan patut untuk ditelusuri, karena dari beberapa item pertanggung jawaban, salah satunya adalah keuntungan umum sebesar 12,18 % dari total anggaran. yang berarti pihak desa menjadikan pengadaan sapi tersebut dari Dana Desa sebagai ajang untuk mencari keuntungan.
Perlu diketahui, beberapa hari yang lalu, 4 Desa telah membeli masing masing 10 ekor sapi dengan anggaran sebesar 12.500.000 inklude. Namun sayangnya sapi yang dibeli kurus dan tidak di duga tidak sesuai spesifikasi.
Ke empat Kepala Desa yang dikonfirmasi terkait pengadaan sapi mereka, memberikan jawaban yang berbeda atas pertanyaan awak media.
1.asal sapi dari mana
2,kartu sapi SKKH ada atau tidak,
3.harga sapi yang mereka beli berapa
4.asuransinya ada apa tidak
5.ukuranya berapa
6.keuntungan pengadaan sapi lari ke mana atau siapa yang ambil
7.penangkaran bagaimna karena menurut info sapi datang langsung di bagi.
Kades Cikoang hanya menjawab bahwa dirinya sementara masih di jalan.
Plt Kades Lengkese membalas dengan mengirimkan RAB nya, dan mengatakan:

” 1.Sapi dari selayar dan gowa 
2.Kartu sapi juga ada
3.HargaSesuai dengan Speednya
4.asuransi ada
5.Keuntungan jelas lari ke penyuplai
6.Sapi Sda di karantina 2 Tahap”. Jawabnya.
Namun saat ditanyakan terkait SKKH dari Dinas terkait asal sapi tersebut, kades Lengkese ini menjawab, “Maaf dinda sebentar kita lanjut karena lagi lowbetki ini HP, baru saya lagi di luar sempat tiba tiba mati”. Tutupnya melalui Chat Whatshapp.
Sementara itu Plt Kades Bontoparang menjawab belum bisa memberikan klarifikasi, karena saya di rumah sakit, jadi mungkin nanti, insyaAllah kalau sudah baikan minta doa semoga lekas sembuh “. Ujar Plt Kades Bontoparang melalui Whatshapp. Senin, (25/11/2019).
Sedangkan Plt Kades Pattoopakang malah tidak merespon sama sekali meskipun sudah di WA dan di Telpon berkali kali untuk konfirmasi.