Prostitusi Online Pelajar di Makassar, Dibooking Bapaknya dan Diantar Oleh Pacar

314

BIDIKNEWS.id, Makassar - Kasus prostitusi atau perdagangan manusia dalam dunia seks (Sex Trafficking) melalui aplikasi media sosial akhir akhir ini semakin marak dan meningkat. Bahkan dilakoni kalangan Mahasiswa juga pelajar dibawah umur.

Kemudahan akses dan ketersediaan aplikasi menjadi sarana yang efektif bagi mereka. Ironinya, penjajakan perempuan ini dilakukan oleh orang dekatnya, seperti orang tua, teman bahkan pacar.

Informasi yang diterima Bidik News, Di Makassar, seorang pelajar berinisial MF, 17 tahun diamankan polisi karena diduga terlibat perdagangan manusia dalam dunia seks. Pelajar SMA ini diduga jual pacarnya, MS, 16 tahun ke pria hidung belang di media sosial dengan tarif hingga jutaan rupiah.

Advertise

"Tarifnya itu kisaran Rp 500 hingga Rp 1 juta sekali kencan," kata Ketua Tim Reaksi Cepat, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Makassar, Makmur, dikutip tagar.id Jum'at, 04/12/2020.

Awalnya, kasus sex trafficking di dunia pelajar ini dibongkar orang tua MS, Karena curiga tingkah anaknya yang sering keluar malam hingga larut, atas kecurigaan tersebut, orang tua MS berinisiatif menelusuri keberadaan anaknya dengan cara mengakses sebuah aplikasi,

Kaget bukan kepalang, ternyata kecurigaannya menjadi benar, ia menemukan anaknya yang masih belia itu di sebuah aplikasi chatting, yang kerap dijadikan saluran Informasi prostitusi.

Setelah berkoordinasi dengan kepolisian setempat, Orang tua MS menyamar sebagai pelanggan, kemudian berkomunikasi dan janjian untuk bertemu di salah satu Wisma di jl. Andi Tonro, Kecamatan Tamalate Makassar.

"Orang tua MS ke Wisma itu. Kemudian, dia melihat MS diantar oleh MF. Sehingga, MF langsung diamankan dan diserahkan ke Polsek Tamalate," terang ketua tim P2TP2A.

Kasus ini sementara ditangani oleh pihak Kepolisian Polrestabes Makassar dan untuk kedua anak tersebut, sementara berada di rumah aman P2TP2A Makassar. Keduanya akan dilakukan pemeriksaan dan assessment untuk mengetahui lebih lanjut permasalahan tersebut.

Editor : Redaktur Bidik News