Proyek Jalan Berkualitas Buruk, Ini Pernyataan Sikap Pemuda Elsel

229

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur – Buruknya kualitas pengerjaan proyek jalan lapisan penetrasi (Lapen) Mamba-Kejek Lengor-Sp. Lima mendapat respon dari beberapa pihak termasuk Yorit Poni, salah satu Tokoh muda asal Elar Selatan (Elsel).

Ditemui Bidik News, Rabu (20/1/2021), Yorit menegaskan agar dinas PUPR segera perintahkan Pihak ketiga untuk memperbaiki ruas jalan yang berlokasi di Kecamatan Elar Selatan tersebut. Sebab, kata Dia, jalan tersebut sudah dirindukan masyarakat sejak lama.

“Sebagai putra asli Elsel, saya sangat menyangkan hal ini. Suda alokasi anggaran ke Elar Selatan kecil, dikerja abal-abal pula,” tandas Yorit.

Advertise

Baca Juga

Ia berharap, secepat mungkin jalan itu diperbaiki dengan memperhatikan teknis-teknis pengerjaannya.

“Drainase dititik yang mengalami kerusakan belum ada. Gundukan tanah di pinggir jalan juga belum diratakan. Saya berharap, adanya penegasan dari Dinas terkait,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pengerjaan proyek lapisan penetrasi (Lapen) dengan nama paket Simpang Lima-Lengor di Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, diduga asal jadi.

Pantauan Bidik News belum lama ini, pengerjaan proyek tersebut diduga tidak mengikuti spekulasi, sehingga lapisan aspal mudah terkelupas dan hancur.

Hal tersebut diperkuat dengan pengaduan Stefanus Sambung, salah satu warga pengguna jalan.

“Titik yang mengalami kerusakan parah itu akibat kekurangan material dan proses penyiraman aspalnya saat hujan. Waktu itu, mereka kerja sangat buru-buru. Kami sempat menegur tetapi mereka cuek saja,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Evaritus S. Suwardi, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur dari Fraksi Nasdem, kepada Bidik News mengungkapkan kekecewaannya terkait hasil pengerjaan proyek tersebut

“Hasil pengerjaannya saya sangat kecewa. Belum genap sebulan sudah hancur begini. Saya sudah mendatangi dinas PUPR Manggarai Timur, meminta Kontraktornya agar bertanggungjawab untuk memperbaikinya secepat mungkin,” ucap Evaritus.

Ia juga meminta tim teknis dari dinas terkait agar mengecek langsung hasil pengerjaan CV. Perintis itu. Ternyata setelah di cek oleh tim teknis, jelas Evaritus, lokasi yang rusak disebabkan karena kekurangan material.

“Orang teknis datang monitor di lokasi pada Rabu 13 Januari lalu. Ternyata di lokasi yang mengalami kerusakan parah, pihaknya sudah melarang kontraktor untuk bekerja karena materialnya tidak lengkap. Namun rupanya pihak Kontraktor tetap melakukan aktivitas sehingga hasilnya begitu. Sangat buruk,” jelasnya.

Ia berharap, dalam masa pemeliharaan ini, pihak kontraktor harus bertanggung jawab memperbaiki ruas-ruas yang mengalami kerusakan, sebelum FHO.

Diketahui, Program peningkatan ruas jalan Mamba-Kejek – Lengor – Sp. Lima tersebut menghabiskan anggaran Negara sebesar 1.917.954.000,00, dengan konsultan perencana CV. Asa Bumi Cakra dan Konsultasi Pengawas Athur Plan Consultant.

Hingga berita ini dipublikasi, Dinas PUPR dan Kontraktor pelaksana belum berhasil dikonfirmasi.

Penulis: Nardi Jaya