Riduan dihadang saat pulang kampung, padahal Rumahnya tinggal 200 m. Sedang yang lain dibolehkan

185

Bone, bidiknews.net – Risuan (20th) anak dari pasangan suami istri Bahri (50) dan Saoda (45) Warga Dusun 1 Rappa Desa Rappa Kec.Tonra Kab.Bone terpaksa harus balik arah dan kembali ke Makassar karena seorang istri Oknum Kepala Desa yang dinilai kasar menghadang tepat di depan rumah Kades dan tidak membiarkan untuk bertemu dengan keluarganya, sedangkan jaraknya kurang lebih 200 meter lagi baru tiba dirumahnya.

Niat Risuan untuk kembali ke kampung halaman karena tempat untuk mencari sesuap nasib sudah tidak beroperasi lagi karena himbauan pemerintah tetang Virus Corona (Covid-19) dan diberlakukannya PSBB sejak 24 april 2020 lalu. Maka dengan alasan itulah Risuan harus pulang kampung karena tak ada lagi pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Risuan harus menelan pahitnya menempuh perjalanan berjam-jam hingga mencapai kampung halamannya, namun tak sampai beberapa menit harus kembali ke makassar karena diperlakukan seakan-akan tidak manusiawi oleh seorang Istri oknum Kades.

Advertise

Baca Juga

“Kurang ajar mentong ini anak, apa mau nuambil pulang, pulangmako lagi ke makassar” begitulah kata yang di lontarkan Hj. Baraia Seorang istri oknum Kades kepada Risuan.

“Saya pulang ini karena saya libur, saya tidak bekerja terus saya mau makan apa ,”Jelas Risuan kepada H. Baraia.

“Tidak ada urusan itu, yang penting orang dari daerah Zona Merah tidak boleh masuk, kalau kau masih mau tinggal disini dengarkan kata-katanya pak Desa,” kata H. Baraia saat itu kepada Risuan.

Sementara itu Risuan yang kehabisan uang (Ongkos) pada saat itu mengatakan, “Kalau ada jaminan buat saya selama dua minggu saya akan kembali ke Makassar hari ini juga,” jelas Risuan.

Namun aparat yang bertugas yang berada dilokasi saat itu mengatakan, “pulangmaki saja dek,” kata bhabinkamtibmas Polsek Tonra.

Lanjut, Risuan mengatakan bahwa sebelumnya ada beberapa orang yang sempat lolos masuk padahal dari jakarta dan Sulawesi Tengah, apa bedanya dengan saya yang dari Makassar.

“Ada beberapa orang dari luar yang berhasil masuk yakni dari Jakarta Jusri dan Jusman, Kalau Sulawesi Tengah Marni, sedangkan dari Makassar Arsyad dan Jumardi trus kenapa saya yang dari Makassar juga tidak di perbolehkan masuk, sedangkan saya sudah mengikuti prosedur bahkan sudah menandatangani pernyataan bahwa saya siap di isolasi mandiri selama 14 hari dirumah,” tandas Risuan.

Lebih lanjut Risuan mengatakan, “Sebelum saya tiba di Bone pun saya sudah diperiksa di beberapa pos Covid-19 mulai Kota Makassar-Maros dan sampai di Kab.Bone,” tambah Risuan.

Risuan berharap kepada Pemerintah utamanya Istri Oknum Kades agar himbaun pemerintah dijalankan dengan baik, benar dan adil, jangan tebang pilih,” Tutup Risuan.

(Tim)