Rubrik Islami : Lihat akhir dari segalanya

17

Kajian bidiknews.id – Pernah mendengar nama Abdullah Al-Qasimy? Dia terlahir di Buraidah Arab Saudi pada tahun 1907 dan meninggal tahun 1996. Ayah Qasimi adalah seorang keturunan Mesir yang migrasi ke Saudi.

Saat muda ia dikenal sebahagai mahasiswa teladan. Dia adalah orang pertama di era modern yang menulis kritik terhadap Universitas Azhar. Qasimi juga menulis kritikan-kritikan baik tentang ateis & sekuler berkaitan dengan pembenaran hadits tentang geografi dan obat-obatan dan hal-hal seperti itu.

Pada awalnya dia dikenal sebagai seorang ulama yang produktif menulis dan berdakwah.

Advertise

Baca Juga

Saking tinggi semangat ghirah dakwahnya serta cerdas analisisnya sampai-sampai dia dijuluki sebagai Ibnu Taimiyah Modern, selain karena dianggap ahli dalam bidang ilmu-ilmu agama; mufassir, muhaddits, faqih, mu’arrikh, juga banyaknya tulisannya yang membela pemikiran Ibnu Taimiyyah & Muhammad bin Abdil Wahhab.

Karyanya yang berjudul “As-Shira’ Bainal Islam wa al-Watsaniyyah (Pertentangan antara Islam dan Pemuja Berhala) mendapatkan banyak pujian dari kalangan para ulama Saudi Arabia.

Sampai-sampai salah seorang imam Masjid al-Haramain memuji karya pemikirannya. Syekh Shaleh al-Munajjid berkata ada di antara para ulama yang berkata, “Al-Qasimi telah membayar mahar surga dengan karyanya tersebut”

Lantas apa yang terjadi kemudian?

Qasimi menikahi seorang gadis di Beirut. Sejak saat itulah, dia terpikat pada gadisnya itu dan drastis berubah 180 derajat yang pada mulanya keukeh membela Islam berubah mulai membela paham sekuler, liberal, hingga membela kelompok atheis yang mengingkari Tuhan.

Qasimi menulis buku yang berjudul “Yakdzibuna likai Yarallah Jamilaan” (Kebohongan Kita Melihat Allah yang Penuh Keindahan) & buku lain yang berjudul “Hadzhihi al-Aghlal” (Inilah yang Membuat Kita Terbelenggu)

Buku-buku itu ditulis dalam rangka membela pemikiran kelompok Atheis. Hingga, pada akhirnya dia mengumumkan dirinya sebagai seorang Atheis dan murtad keluar dari Islam hingga meninggal tahun 1996.

Duhai Allah Yang Maha Membolak Balikkan Hati, Tetapkanlah Hati Kami dalam Iman dan Islam serta Dakwah ilallah. Aamiin.

Diambil dari @InronesiaBertauhid