Rusaknya Birokrasi Pemerintahan Dalam Konteks Pilkades di Kabupaten Bantaeng.

5

Bantaeng, Bidik_News.com
Berbicara wahana Polemik politik tak mungkin akan terselesaikan jika masih banyak mengadopsi paham black politik yang dipaksakan oleh segelintir penganut yang gagal paham terhadap sistem demokrasi yg sejati.

Sama halnya yg sedang terjadi pada salah satu pilkades di Desa Pattallassang Kabupaten Bantaeng yg tak kunjung menuai jalan keluar dari dua kubu,  yg sementara ini pak bupati sendiri yg turun tangan mempertemukan kedua kubu.
Pasalnya dalam proses pilkades terdapat banyak kecurangan yg dilakukan oleh kubu salah satu Calon sebut saja Pak S.

Diantaranya kecurangn itu antara lain
1. Penambahan suara
2. Pemalsuan identitas
3. Penyembunyian surat penggilan dll.

Advertise

Baca Juga

Sementara dalam usaha kubu Pak Z meminta kebijakan yg real pada para panitia Panwaslu bantaeng untuk menyikapi jalan keluar dari masalah, mereka justru hanya memberikan alasan yang tek jelas krn dalam tim panitia saja saling menyalahkan dan acuh dri masalah yg pada dasarnya adalah mereka bisa mengeluarkan kebijakan yg bersifat rekomendir untuk kemudian diserahkan kepada Pejabat Pemerintah yang berwewenang.

Melihat dri masalah ini akankah pemerintah sendiri dalam hal ini Bupati bantaeng mampukah memberikan kebijakan yg terbaiknya.

Rihsa Pawallang, seorang Mahasiswa asal Bantaeng ini sanagat mengecewakan tindakan apatis Pemerintah, dalam hal ini pemangku jabatan tertinggi di kabupaten Bantaeng yaitu Bupati yang hingga kini belum mengambil sikap tegas sebagai Pejabat yang berwewenang
“Saya sebagai Mahasiswa merasa kecewa dengan tindakan Pemerintah dalam hal ini Bupati. Kita malah merasa di pimpong pimpong”.

Laporan : Abu Sumayya