Satgas Penanganan CoViD-19 Sulsel Bantah Ijtima’ Ulama di Gowa sumber tersebarnya Corona

89

Makassar, bidiknews.net – Pernyataan menohok Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoViD-19 Sulawesi Selatan terkait hubungan antara Ijtima’ Ulama Dunia Zona Asia di Gowa beberapa waktu lalu dengan tersebarnya CoViD-19 menjawab deretan tuduhan mengenai peserta acara tersebut.

Sebagaimana diketahui, banyak yang menghubungkan penyebaran virus Corona di Sulsel dan Gowa khususnya dengan Ijtima’ yang sempat berjalan tersebut. Beda dengan Satgas CoViD-19 Sulsel, gugus tugas menyebutkan, peserta yang terpapar bukan karena mengikuti Ijtima’ Ulama.

“Gini, saya sampaikan bahwa Ijtima Gowa untuk COVID-19 itu tidak ada, karena di sana itu bukan sumber penyebaran. Kalaupun ada orang yang pernah ikut Ijtima Gowa dan terpapar, itu mungkin dapat dari luar, bukan dari Ijtima,” kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulsel Ichsan Mustari dikutip dari detikcom,

Advertise

Baca Juga

Ichsan menjelaskan, saat pemeriksaan peserta Ijtima Gowa, tidak ada satu pun yang terpapar Corona. Pihaknya sudah melakukan penelusuran.

“Kayaknya tidak ada (positif Corona di Sulsel), karena semua yang terlapor itu punya tracing ya, saya tidak pernah lihat orang yang tracing-nya itu orang yang pernah ke Ijtima’. Jadi yang positif sekarang ini saya lihat tracing-nya semua yang di Sulsel tidak punya tracing dia pernah ke Ijtima Gowa,” terangnya.

Terkait adanya pasien yang positif di daerah lain yang sempat datang ke Ijtima Gowa, Ichsan menyebut itu riwayat perjalanan yang disingkat. Pasalnya, jika dikaitkan dengan Ijtima Gowa, ada sekitar 8.000 orang dan pihak lain yang akan masuk kategori PDP.

“Kemarin kan tidak yang PDP karena tidak ada yang positif. Itu saja. Artinya, dia Ijtima atau tidak kita berdasarkan fakta juga kan bahwa pertama di sana bukan claster dan masa inkubasi sudah lewat,” ujar Ichsan.

Redaktur Bidik News