Sekjend DPN PERADMI Mendorong Pihak Kepolisian Mengungkap Kematian Siswa Athirah Makassar

113

MAKASSAR, BIDIKNEWS.Id — Sekjend DPN PERADMI, Muhammad Yusri Husain, SH.,MH angkat bicara terkait kematian siswa Athirah Makassar yang diduga ada kejanggalan atas kematiannya, Rabu 31 Mei 2023.

Muhammad Yusril meminta kepada pihak kepolisian untuk mengungkap fakta kejadian sebenarnya, Keluarga korban menduga kematian Basman (15) tahun, ada peristiwa aneh mereka curiga atas kejadian itu.

“penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian masih terbilang prematur, soalnya terlalu cepat disebutkan dugaan bunuh diri.” Ungkap Yusril saat dikonfirmasi Via WhatsApp, Rabu 31 Mei 2023

Muhammad Yusril berharap agar Kepolisian melakukan penyelidikan secara maraton dan memeriksa semua pihak – pihak sekolah. Atas peristiwa ini, dapat dinilai bahwa pihak sekolah sudah lalai dalam melakukan pengawasan secara proaktif, tentu pihak sekolah harus bertanggungjawab”, ujarnya

Sekjend DPN PERADMI menegaskan, bahwa Peristiwa kematian Basman, Siswa kelas VIII SMP Sekolah Islam Athirah Makassar tersebut ditemukan tergelak dan sudah dalam kondisi meninggal dunia di lapangan sekolahnya pada Rabu pagi 24 Mei 2023.

Menurutnya, meski kasus ini sudah berlangsung sepekan, dan pihak kepolisian telah menyampaikan jika Basman meninggal dunia atas dugaan bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 8 gedung sekolahnya, namun pihak keluarganya belum yakin.

Bahkan, keluarga Basman meyakinkan jika anak usia 15 tahun tersebut tidak bunuh diri, mengingat ada sejumlah kejanggalan yang ditemukan.

“Hingga hari ini, saya masih meyakini bahwa Basman tidak bunuh diri,” kata Muhammad Yusril kepada Wartawan, Rabu 31 Mei 2023.

Ia menjelaskan, bahwa Benny orang tua Basman sudah mendatangi sekolah anaknya itu dan sudah memantau lokasi kejadian tempat anaknya ditemukan meninggal.

“Iya kesana hanya ingin memastikan seperti apa lokasi kejadian. Saya hanya melihat sesuai berita yang beredar di media sosial (MEDSOS) kemarin, ada lantai delapan,” terang Yusril

Kedatangan pak Benny dan Keluarga di Sekolah Islam Athirah Makassar hanya untuk memastikan lokasi tempat barang-barang anaknya tercecer, seperti sepatu dan tasnya. Termasuk memantau tempat kejadian peristiwa (TKP) dimana anaknya diduga melompat.

“Nah, setelah melihat TKP. Ayah korban melihat dilantai 8 itu tidak ada tempat untuk melompat. Disitu ada rooftop, ada tangga. Tapi tidak mungkinlah, karena tidak ada yang melihat kalau Basman naik ke tangga lantai delapan.” ujar Yusril.

Olehnya itu, dengan tidak adanya bukti-bukti yang memperlihatkan Basman naik ke rooftop sekolahnya menambah keraguan pihak keluarga jika putranya melompat dari lantai 8 sekolahnya. Ditambah CCTV sekolah di lantai 8 juga disebut tidak berfungsi.

“kedua orang tuanya beserta keluarga paling dekat dengan ibunya tau persis bagaimana karakter anak itu,” pungkasnya.

Atas kejadian ini pihak sekolah harusnya Pro aktif membantu pihak kepolisian dalam hal penyelidikan agar peristiwa tersebut secepatnya menemui titik terang. Supaya keluarga korban mendapatkan kepastian hukum.

Apa sebenarnya yang terjadi disekolah yang notabene sekolah andalan di kota Makassar…???

Yusril terus mendesak pihak kepolisian untuk tetap melakukan penyelidikan secara tuntas dan melakukan pemeriksaan kepada pihak sekolah agar peristiwa yang seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

Yang jadi pertanyaan kenapa ada siswa yang keluar ruangan atau kelas apalagi menuju ke tempat kantin lantai 8 padahal kalau jam 09.20 WITA waktunya jam belajar,

Selain itu, Apakah siswa belajar atau tidak belajar harus tetap ada didalam ruangan.

Sekolah ATHIRAH yang saya tahu mulai TK sampai tingkat SMA itu pengawasannya sangat ketat, kenapa baru kali ini kecolongan sehingga kejadian kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa Ananda Basman.” tutup Yusril, Sekjend DPN PERADMI.

Editor : JDT