Selamat dari Tsunami Mengerikan Seorang Muadzin Ungkap Fakta Mengejutkan

11

Palu, bidiknews.net
Air bah Tsunami yang menimpa Palu dan sekitarnya pada 28 september lalu menyisahkan Pelajaran berharga  Seorang Mahasiswa IAIN Palu, namanya Muhammad Rahman, beliau seorang Muadzin di Masjid Terapung yang berada di depan Kampus IAIN Palu. Ia menceritakan saat terjadi tsunami ia baru saja selesai berwudhu dan ingin mengumandangkan Adzan untuk Shalat Maghrib, Sudah pakai Baju sarung dan peci, layak seseorang yang mempersiapkan diri hendak Shalat, namun tiba tiba muncul ombak besar menggulung serta menghantam masjid Terapung tersebut, ” Waktu itu saya baru saja  selesai berwudhu dan hendak Mengumandangkan adzan, tapi tiba tiba air bah muncul menghantam masjid hingga rubuh”, Kenang Rahman.
Pada peristiwa itu beliau ikut digulung tsunami sampai ke tengah laut, dalam kondisi inilah dia mengamalkan kalimat “Laa Ilaaha Illallaah”, “Saat itu saya digulung ombak bersama dengan puing puing dan reruntuhan tembok serta beton beton, tapi Alhamdulillaah saya selamat, bahkan tidak kena satupun beton beton itu hanya kaca  yang sempat menghantam leher saya dan ini masih ada bekas lukanya, lumayan sangat dalam kemarin” (sembari menunjukkan bekas luka di lehernya).
“Beruntung saya Mengamalkan Kalimat ini (Laa Ilaaha Illallaah_Red), Saya bahkan memohon sama Allah jika memang ini waktu Ajal saya, tolong jangan matikan saya jauh dari tempat ini dan permudagkan orang menemukan jasad saya, tapi tiba tiba pusaran air yang berputar itu malah berputar mengaduk pasir, batu dan reruntuhan bangunan lainnya, tapi alhamdulillaah, tidak sam saya”, kenang Rahman.
Menurut Muadzin ini, bencana itu terjadi akibat kemaksiatan dan kedzaliman yang sudah merajalela ” Pesan saya, Allah tidak menurunkan suatu bencana dalam suatu wilayah atau perkampungan melainkan ada hubungannya dengan perbuatan manusia” terang Rahman. Masih menurut beliau “Bencana ini bagi orang orang beriman dan semua ummat manusia harus dijadikan bahan untuk mengintrospeksi diri, bersyukur Allah masih memberikan kehidupan kepada kita pasca tsunami ini, artinya Allah masih mengizinkan kepada kita untuk memperbaiki diri” tutup beliau.
Selengkapnya click tautan berikut; https://youtu.be/CD144SOPuyE untuk menonton full wawancaranya….