Selisih Harga Meteran Disorot Warga, PLN dan Pihak ketiga Tidak Sejalan

222

Manggarai Timur, bidiknews.id – Pemberitaan Media Bidik News mengenai harga meteran listrik dan sewa instalasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) oleh PT Erikson Rangga Teknik di Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur yang diduga harganya sewenang-wenang, tidak sesuai dengan ketentuan PLN, mendapat respon dari Daniel Wangku, Direktur Utama PT. Erikson Rangga Teknik.

Dikonfirmasi Via Telepon, Selasa (22/9/2020), Daniel membantah pihaknya menaikan harga sewenang-wenang seperti aduan warga Desa Ngampang Mas. Ia menjelaskan, kenaikan tersebut disebabkan perbedaan paket yang ditentukan PLN dan yang dipasang anggotanya di lapangan.

“Dari pihak PLN itu ada paket hemat. Tetapi yang saya pasang di lapangan paket reguler. Paket reguler itu pake pipa dan kabelnya itu jenis lain. Terus, sangat berpengaruh sekali terhadap biaya kerjanya. Kalau paket hemat biayanya cuma 150 ribu sedangkan paket reguler sangat rumit, karena itu per rumahnya mencapai 300 ribu,” tandas Wangku.

Advertise

Baca Juga

Lebih lanjut dia menuturkan, dampak dari pandemi CoViD-19 menyebabkan material sangat sulit dijangkau, sehingga mengalami kenaikan harga.

Daniel membenarkan sosialisasi dengan pihak PLN karena permintaan masyarakat. “Sempat kita meminta PLN untuk menunda sosialisasi itu. Namun, mereka tetap melakukan sosialisasi tanpa melibatkan saya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, harga meteran listrik dan sewa instalasi Perusahaan Listrik Negara di Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur disoal warga desa setempat. Pasalnya, terdapat perselihan harga meteran dari pihak PT Erikson Rangga Teknik yang menangani instalasi listrik dengan harga asli yang ditentukan dari Kantor PLN.

Padahal, saat sosialisasi, harganya itu sesuai dengan ketentuan dari PLN. Sejumlah uang saat ini sudah diserahkan melalui Kepala Desa Ngampang Mas, mengikuti harga yang ditentukan dari Pihak PT Erikson Rangga Teknik.

“Kami sudah cek langsung di Kantor PLN Ruteng. Harganya itu selisih jauh. Dari pihak PLN harga aslinya untuk meteran 900 VA adalah 1.600.000. sementara, setelah pemasangan instalasi, kami ditekan harus serahkan uang sebesar 2.250.000, lewat bapak Kades. Ini berbeda saat sosialisasi awalnya dulu,” tandas Yonan warga Desa Ngampang Mas, kepada Bidik News, Selasa (22/9/2020).

Sementara itu, Erison Songgo, Kepala Desa Ngampang Mas, saat dikonfirmasi Bidik News, membenarkan harga meteran yang tiba-tiba naik dari pihak PT. “Saya sempat bertanya kepada pihak PT. Erikson terkait perbedaan harga. Namun mereka meminta saya untuk berkonsultasi langsung dengan PLN Ruteng,” ungkap Erison.

Informasi yang diperoleh Bidik News, selain di Desa Ngampang Mas, PT Erikson Rangga Teknik juga memasang instalasi meteran listrik di Desa Rana Masak dan Kelurahan Satar Peot dengan harga yang sama, yakni meteran 900 VA dengan harga 2.250.000 dari harga yang ditentukan PLN 1.600.000 dan meteran 1.300 VA, dari harga awal 2.750.000 dari harga yang ditentukan PLN 2.400.000.

Laporan : Biro NTT _ Nardi Jaya, S. Pd.
Editor : Redaktur Bidik News