SMAK Pancasila Borong Gelar Rapat Komite Tahunan, Kepsek Sampaikan Hal Ini

181

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur- SMA Swasta Katolik Pancasila-Borong menggelar rapat tahunan Komite Sekolah, tahun pelajaran 2019/2020. Rapat tersebut berlangsung di Plataran SMAK Pancasila Borong, belum lama ini.

RD. Hermenegildus Sanusi, S. Fil, M.A selaku Kepala Sekolah dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting. Ia menyampaikan bahwa tahun 2020 ini, sekolah merayakan 40 tahun usianya. Namun, Kata Dia, Menyongsong perayaan Pancawindu sekolah ini, banyak program dan kegiatan bersama orangtua murid dan alumnus terpaksa dihentikan pelaksanaannya oleh wabah pandemi global, covid19.

"Selama rentang waktu perjalanan sejarah 40 tahun, selain patut disyukuri, juga patut dimaklumi bersama, bahwa semakin tua usianya, gedung sekolah, sarana dan prasarana yang ada sudah mulai kusam dan reot. Terutama beberapa ruang kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah, terlihat begitu buruk dibanding sekolah lain di kota Borong ini," kata Pastor Hermen.

Rapat Komite yang dihadiri oleh orangtua murid dan para guru tersebut, juga menindaklanjuti seruan UU dan Permendikbud no. 35 thn 2018 tentang struktur kurikulum tahun 2013.

Prestasi

Pastor Hermen mengungkapkan, pada tahun ajaran 2019/2020, SMAK Pancasila Borong telah banyak menorehkan citra dan reputasi yang cukup baik. Lembaga yang merupakan sekolah swasta tertua kedua, setelah Seminari Pius XII Kisol tersebut pernah mewakili Kabupaten ke tingkat propinsi dan berhasil mengukir prestasi. Pertama,di ajang perebutan piala gubernur yang diselenggarakan di Ende, Tim Voli Putri SMAK Pancasila telah sukses menyabet 7 piala sekaligus sebagai club tak terkalahkan.

Anak-anak Pancasila di bawah pimpinan guru olahraganya, Ino Padur dan Felix Namar, dengan garang menumbangkan ambisi tim-tim terkuat di jagat voli putri sepropinsi NTT, baik tingkat pelajar maupun mahasiswa. Selain menduduki posisi juara pertama, mereka merebut juara umum, tim terbaik, dan juga pemain terbaik. Masih di bidang olahraga, nama mereka melambung ketika mewakili daerah Matim, merebut juara lomba lari marathon. Kedua, Kata Hermen, Sanggar Bengkesnai pimpinan Berto Manti, telah beberapa kali mewakili Manggarai Timur pada ajang lomba seni budaya. Antara lain, saat iven yang sama diselenggarakan di kabupaten Alor.

"Ketiga, dari segi kemampuan intelektual, reputasi anak Pancasila boleh dibanggakan cukup menonjol, lulusan dua tahun lalu saja ada yang jadi asisten dosen di Trisakti dan dapat bea siswa. Beberapa anak lagi ada yang gol tes masuk TNI dan POLRI," pungkasnya.

Keuangan

Kehadiran orangtua murid pada setiap rapat Komite tahunan, sangat penting untuk mengevaluasi kembali penggunaan keuangan komite. Uang komite sekolah membiayai kegiatan yang tidak diakomodir oleh dana BOS. Biaya-biaya rutin sekolah misalnya, membiayai kegiatan di hari Sumpah Pemuda, Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) seperti lomba Kuis Kitab Suci, lomba membaca Kitab Suci, lomba membawakan Mazmur, dan lomba Kepok persembahan. Dalam rangka merayakan bulan Bahasa, juga diselenggarakan lomba pidato, cerdas cermat, debat dan seminar ilmiah. Uang komite juga membiayai kegiatan rutin tak terduga dan tidak dapat ditunda, seperti kunjungan pejabat ke sekolah, pengadaan air bersih untuk toilet, dll.

Kegiatan ekstrakurikuler dijalankan sesuai amanat UU sisdiknas dan visi sekolah, agar siswa dapat menjadi pribadi yang cerdas, terampil, berkarakter dan berakhlak mulia berdasarkan nilai-nilai budaya bangsa. Kesuksesan siswa tidak terlepas dari perhatian dan kerja sama sinergis antara sekolah dan orangtua murid," tutup Pastor Hermen Sanusi mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, Karolus Hambur, selaku Wakil Kepala Sekolah, melaporkan pelaksanaan KBM berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum berbasis sekolah. Bahwa sekolah tidak menjalankan K13 secara mutlak, tapi juga dipadukan dengan KTSP dan Muatan Lokal. Menurut pengajar sosiologi lulusan Philipina itu, kurikulum yang diterapkan di sekolah ini dilaksanakan secara holistik dengan mempertimbangkan segi afektif, kognitif dan psikomotorik siswa. Ketiga aspek ini dibangun secara seimbang. Standar KKM yang dipakai di sini harus mencapai angka 75 dan direalisasikan melalui berbagai upaya dan metode pencapaian. Bila upaya yang diterapkan tetap saja tidak dapat mencapai angka standar, maka siswa bersangkutan terpaksa kami gugurkan. Sistem yang dipakai di sekolah ini adalah sistim gugur. Adapun jumlah siswa sampai hari ini, sebanyak 888 orang.

Selanjutnya, wakasek kurikulum itu menjelaskan, bahwa penerapan kurikulum ini kemudian terganggu sejak merebaknya pandemi covid19 yang melanda dunia. Sebagian besar program dan kegiatan terpaksa terhenti, tetapi semangat para guru dan pegawai tidak kendur, apalagi berputus asa. Kegiatan tatap muka yang sulit dilaksanakan diganti dengan sistem belajar online, yaitu cara belajar "daring" (dalam jaringan) dan "luring" (luar jaringan). Namun dalam menerapkan sistem belajar "new normal" di masa pandemi, yakni daring dan luring ini, banyak kendala yang kami temukan, sbb: 1) tidak semua siswa memiliki HP android; 2) tidak semua tempat terjangkau jaringan internet; 3) anak-anak tertentu terhambat oleh tekanan ekonomi. Kendala lain, masa pandemi membuat guru, siswa dan orangtua stres. Saat kehadiran siswa dibatasi dengan memberlakukan sistem sift, banyak siswa jarang hadir. Sebagai jalan keluar, guru-guru harus mengunjungi rumah yang membutuhkan transportasi bahkan bekal.

Pantauan Bidik News, rapat kemudian diteruskan dengan sesi dialog atau tanya-jawab, yang dipimpin langsung oleh pengurus komite, bpk. Anton Dergong, Blas Dasal, kepsek dan bendahara Komite yang diakhiri beberapa point kesepakatan. Terutama soal kenaikan uang komite dan tunggakan yang masih belum dilunaskan dari tahun ke tahun. Rapat akhirnya ditutup dengan beberapa informasi kepala sekolah dan doa penutup.

Sumber: Kristian (Humas SMAK Pancasila Borong)
Editor: Nardi Jaya