SMAK St. Yoseph Kalabahi Gelar Workshop MGMP 2022

111
Kepala Sekolah SMAK St. Yoseph Kalabahi, Rm. Krisantus K. Luan, Pr. S.Fil. MM, saat memberikan arahan saat membuka kegiatan MGMP di hadapan Dewan Guru dan Pegawai SMAK St. Yoseph Kalabahi

BIDIKNEWS.id, Alor - Menjadi program tahunan, Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik St. Yoseph Kalabahi menggelar Workshop Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) selama 3 hari, 17-19 Februari 2022 bertempat di Lt. 2 Aula SMAK St. Yoseph Kalabahi, Jln. Jend. Sudirman, Lipa-Kalabahi, Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan Workshop MGMP yang melibatkan seluruh Guru Mata Pelajaran ini merupakan program tahunan yang diadakan SMAK St. Yoseph Kalabahi dalam persiapan menghadapi Ujian Semester 6, Ujian Praktek dan juga Ujian Sekolah.

Kepala Sekolah SMAK St. Yoseph Kalabahi, Rm. Krisantus K. Luan, Pr. S.Fil. MM mengatakan bahwa Workshop MGMP ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah naskah yang mempunyai nilai dan kualitas dalam menghadapi Ujian Semester kelas XII, Ujian Praktek maupun Ujian Sekolah pada tahun ajaran 2021/2022.

"Di penghujung sebuah proses yang cukup panjang mendekati waktu 3 tahun secara khusus untuk para peserta didik kita yang sekarang sudah berada di kelas XII menjadi sesuatu (kekuatan) dan juga menjadi berkat bagi kita untuk terus membimbing mereka sampai pada akhir," ucap Rm. Krisantus dalam arahannya saat membuka kegiatan MGMP di hadapan Dewan Guru dan Pegawai Sekolah SMAK St. Yoseph Kalabahi.

"Berdasarkan keputusan dan kesepakatan kita bersama bahwa mulai hari ini sampai dengan hari sabtu (17-19) Februari kita duduk berbicara bersama, kita bertukar pikiran bersama," sambungnya.

Seperti biasanya, kata Kepsek SMAK St. Yoseph Kalabahi, dalam kegiatan Workshop MGMP menghadirkan para narasumber dari eksternal. Namun lanjut Rm. Krisantus, dalam 2 tahun terakhir ini (2021 dan 2022) kegiatan MGMP SMAK St. Yoseph Kalabahi mencoba untuk secara internal.

"Kita melihat kembali di periode-periode yang lalu ketika kita melaksanakan Workshop-Workhsop seperti ini kita menghadirkan narasumber-narasumber baik dari Provinsi (maupun) Kabupaten. Namun 2 tahun terakhir ini kita mencoba secara internal duduk bersama untuk membicarakan dari masing-masing guru mata pelajaran. Walaupun ada kekurangan, kita memastikan bahwa ada Karya Roh Kudus bekerja lebih besar daripada pikiran-pikiran manusia. Ini yang seringkali menjadi pegangan bagi kita untuk kita pedomani," kata Rm. Krisantus.

"Saya berharap setiap soal yang kita buat (unsur) analisisnya yang perlu kita pertajam sehingga muara akhir dari setiap soal yang kita hasilkan itu memang harus betul-betul dinyatakan sebagai higher order thinking skills (HOTS)," tandasnya.

Laporan/Editor: Markus Kari