Soal BLT DD, Kades Sano Lokom Bohongi Nenek 70 Tahun?

601

Manggarai Timur, bidiknews.id – Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Sano Lokom, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT menuai polemik. Pasalnya, sang Kades hanya mengambil data Veronika Duwat. Seorang janda berumur 70 tahun, warga kampung Rembong RT/RW: 004/002.

Hingga akhir Agustus 2020, Ibu Empat anak tersebut tidak pernah dipanggil untuk menerima uang yang konon dipersiapkan untuk mengurangi beban masyarakat Desa, ditengah tekanan ekonomi, akibat pandemi CoViD-19.

Ditemui Bidik News, Kamis (3/9/2020), Veronika mengungkapkan bahwa namanya terdaftar dalam data base calon penerima BLT DD Sano Lokom.

Advertise

Baca Juga

“Saya dengar cerita dari orang bahwa nama saya ada di daftar penerima. Tapi saya tidak pernah dipanggil untuk menerima uang itu. Bahkan saya tunggu sejak bulan April, Mei, Juni sampai Juli. Tidak ada kabarnya dari pihak desa. Akhir bulan Agustus lalu, saya memilih untuk tinggal di rumah saya punya anak di Wakas, Desa Compang Kempo,” Sesal Vero, mantan istri mendiang Baltasar Datung.

Sementara itu, Mikael Jemedo, Kepala Desa Sano Lokom, saat memberikan klarifikasi di Kantor DPRD Matim belum lama ini menjelaskan, pihaknya telah menyalurkan dana BLT DD kepada 97 KK miskin. “Saya sudah menyalurkan BLT DD kepada 97 KK. selain BLT DD, itu bukan urusan saya,” jelas Jemedo.

Sebelumnya, Yuvensius Rabu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sano Lokom, kepada Bidik News mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan dalam jajaran kepanitiaan relawan Desa tanggap CoViD-19 di Desa Sano Lokom.

“Saya tidak pernah dilibatkan dalam urusan penanganan Covid. Padahal dalam Surat Edaran Menteri Desa (SE Mendes 8 tahun 2020) tentang Desa Tanggap COVID-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa, menegaskan bahwa Desa tanggap Covid-19 Membentuk Relawan Desa Lawan COVID-19 dengan struktur, Ketua Kepala Desa dan Wakil adalah Saya sebagai Ketua BPD,” Ungkap Rabu.

Yuvensius menjelaskan, dalam urusan penandatanganan data untuk pencairan dana desa, sang Kades diduga kuat memalsukan tanda tangan saya sebagai Ketua BPD.

Informasi yang diperoleh Bidik News, seorang Aparat Desa yakni Kepala Dusun Rembong Loca dan salah satu anggota BPD, menerima dana BLT. Kades Mikael Jemedo juga dikabarkan telah menyalurkan BLT susulan kepada 54 KK.

Laporan : Biro NTT _ Nardi Jaya, S. Pd.
Editor : Redaktur Bidik News