Soal Keamanan dan Ketertiban, Pemuda Ini Desak Mabes Polri Segera Bentuk Polsek Pantar Tengah

221
Ilustrasi pembakaran rumah yang mengakibatkan keamanan dan ketertiban terganggu

BIDIKNEWS.id, Alor - Pantar Tengah adalah salah satu dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pantar Tengah juga merupakan 1 dari 5 Kecamatan yang ada di Pulau Pantar dengan luas 306,02 KM². Pantar Tengah sendiri memiliki 10 Desa dengan Ibu Kota di Maliang.

Jumlah Penduduk per tahun 2019 sebanyak 10.077 Jiwa. Letaknya yang strategis menjadikan Kecamatan Pantar Tengah sebagai poros penghubung Pulau Pantar. Sehingga sangat diperlukan adanya jaminan keamanan, ketertiban  dan pelayanan bagi masyarakat umum khususnya di Kecamatan Pantar Tengah.

Thapenes Roy Appah, Pemuda asal Desa Aramaba, Pantar Tengah sangat prihatin dengan kondisi keamanan, ketertiban bahkan hingga pelayanan hukum dan lain sebagainya di wilayah yang terkenal dengan Gunung Api Sirung itu.

Hal tersebut Dia ungkapkan kepada Bidik News, Selasa (01/3/2022) siang.

Menurutnya, untuk memastikan keamanan, ketertiban dan pelayanan masyarakat agar dapat berjalan dengan cepat dan baik maka, Kecamatan Pantar Tengah sudah seharusnya mempunyai Kepolisian Sektor (Polsek) tersendiri. Sebab kata Roy, keberadaan Kepolisian Sektor (Polsek) pada suatu wilayah Kecamatan akan sangat membantu masyarakat dalam memperoleh jaminan keamanan, ketertiban, kenyamanan serta pelayanan-pelayanan lainnya tanpa hambatan-hambatan.

Dampak dari keberadaan Kantor Polsek di suatu wilayah Kecamatan, kata Dia, juga dapat mengurangi kekerasan-kekerasan yang terjadi pada wilayah tersebut.

"Tujuan dari pembangunan Kantor Polsek di wilayah Kec. Pantar Tengah adalah untuk menjamin dan memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat dalam berinteraksi dan bersosialisasi serta dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh pelayanan lainnya," jelasnya.

Pantar Tengah saat ini, demikian Roy, memiliki Pos keamanan di Maliang sebagai pusat Kecamatan Pantar Tengah.

Akan tetapi, ungkap Roy, keberadaan pos keamanan ini belum bisa menjawab kebutuhan masyarakat dalam memperoleh pelayanan khususnya terkait keamanan dan ketertiban masyarakat. Saat ini wilayah Kecamatan Pantar Tengah berada dalam pengawasan Polsek Pantar Barat, akan tetapi hal ini tidak berjalan dengan efektif dan efisien karena jarak wilayah Polsek Pantar Barat dengan desa-desa di Pantar Tengah cukup jauh yang kemudian menjadi hambatan dalam memperoleh pelayanan dengan cepat.

Lanjutnya, masyarakat juga terkadang mengalami kesulitan dalam transportasi, biaya transportasi yang mahal dari desa-desa di Pantar Tengah ke Kantor Polsek Pantar Barat juga menjadi alasan penting bagi masyarakat mendapatkan pelayanan.

"Beberapa alasan inilah yang kemudian mendorong saya untuk mendesak anggota DPRD Kab. Alor Dapil III Pulau Pantar dan Pemangku Kepentingan lainnya untuk mengusulkan kepada Pihak Kepolisian Resort (Polres) Alor agar mengajukan kepada pihak Polda NTT dan Mabes Polri untuk pembangunan Kantor Kepolisian Sektor di wilayah Kec. Pantar Tengah," tegasnya.

"Harapannya Pihak DPRD Kab. Alor Dapil III Pulau Pantar, Polres Alor, dan pemangku kepentingan lainnya mempunyai kepekaan untuk memperhatikan persoalan-persoalan yang terjadi di lingkungan sosial masyarakat Pulau Pantar khususnya di Kec. Pantar Tengah sehingga bisa secepatnya dapat mengusulkan pembangunan Kantor Kepolisian Sektor Pantar Tengah ini," pintanya.

Laporan/Editor: Markus Kari