Syukur atas Pulihnya Rumput Laut, Warga Marica lakukan ini

44

Alor, bidiknews.net – Warga Marica Desa Kayang, Kecamatan Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor, bersyukur atas pulihnya penyakit yang melanda rumput laut pada bebrapa bulan lalu. Hal itu ditandai dengan Shalat tolak bala dan doa bersama yang dilakukan pada Ahad malam, 26/01/2020.

Ratusan orang memadati tempat acara dan khusyuk dalam duduknya. Doa bersama ini dipimpin langsung oleh Tokoh tokoh Agama desa Kayang, para Imam Masjid dan Ta’mir Masjid Mujahidin Marica. Kegiatan ini dilaksanakan di Wolu, lokasi tempat pemasangan dan pemeliharaan serta Budi daya rumput laut berada.

Setelah prosesi shalat 2 Rakaat yang dipimpin Imam Masjid Mujahidin Marica; Nasution Napa, dilanjutkan dengan “Tanao Bakko” (Nasehat menasehati) yang disampaikan oleh beberapa tokoh agama dan Masyarakat. Diantaranya “Jou” (sebutan guru dan tokoh agama_red) Karim, beliau mengingatkan agar cobaan atas rusaknya rumput laut beberapa waktu lalu menjadi pembelajaran bagi masa yang akan datang.

Advertise

Baca Juga

“Sudah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama untuk saling memperbaiki diri, perbaiki solat dan sedekah dan menjadikan ini sebagai pelajaran” ujarnya dalam ceramah singkatnya.

Penyampaian “Tanao Bakko” juga disampaikan oleh Nuhun Musa, salah seorang tokoh Masyarakat sekaligus tokoh agama desa Kayang. Beliau menceritakan mimpinya, bahwa didatangi seorang ibu tua dan menegurnya tentang pentingnya kebersihan laut, baik bersih dari segi Dzahirnya, begitupun sebaliknya.

Taslim Apah, selaku Kepala desa Kayang juga menyampaikan himbauan serta nasehatnya. Sebagai seorang Ta’mir Masjid, beliau banyak memberi nasehat tentang cobaan atas punahnya rumput laut beberapa bulan lalu, dan mengingatkan dengan pendekatan agama, agar bersama meresapinya sebagai ujian serta musibah yang harus disadari sedari dini.

“Musibah yang terjadi beberapa waktu lalu itu pasti ada sabab musababnya, sehingga hal ini harus kita sadari bahwa ini tidak jauh dari kelakuan dan perlakuan kita”. Ujarnya dalam tanbiyat tersebut.

Ada yang unik dalam pertemuan ini, dihasilkan dalam musyawarah, bahwa setiap pertengahan bulan, masyarakat diimbau untuk bersedekah dari hasil panen rumput laut tersebut, besaran pemberianpun bergantung dari si pemberi infak/sedekah.

Semua prosesi doa bersama dan “Tanao Bakko” berakhir dengan bersalam salaman dan makan bersama. Hal ini menurut seorang tokoh agama, yang minta namanya tidak dimediakan, bahwa selain tujuan tolak bala, hal ini juga dilakukan sebgai bentuk silaturahim agar tidak ada pembatas antar sesama.

Redaksi Bidik News