Tak ada saluran pembuangan air yang memadai pada Proyek Pembangunan Makam Sultan Hasanuddin, Warga sekitar Kebanjiran Batu

5
Proyek Pemeliharaan Makam Sultan Hasanuddin, yang beralamat di Jl. Pallantikang, Kelurahan Katangka, disinyalir tidak memiliki saluran pembuangan air yang memadai, sehingga banjir dan longsor menimpa rumah warga sekitar. 
Diduga kuat, akibat tidak terperhatikannya pelaksana proyek terhadap dampak lingkungan, sehingga mengabaikan saluran pembuangan air, mengingat kemiringan tanah yang cukup curam dan kondisi banjir di tepi barat komplek pemakaman tersebut yan selalu menjadi tempat keluarnya air. Proyek yang seharusnya selesai pada 19 desember itu ternyata molor dan baru sekitar 60% penyesaiannya.
Sedikitnya, 3 rumah rusak parah akibat tertimpa material proyek berupa bongkahan batu kali yang di duga untuk pondasi pembangunan. Pemilik rumah yang rusak antara lain;
1. Adnan dg bunga
2. Harto dg gading
3. Daeng bontang.
Harto dg gading, yang juga dinding rumahnya rubuh akibat gempa dan longsor mengungkapkan kerugian sekitar sepuluh jutaan.
“Yah, saya taksir saja karna belum pasti, tapi sekitar sepuluh jutaan lah”
Ungkap Harto.
Diketahui bahwa banjir yang berhasil merubuhkan tembok pembatas pemukiman dan area makam mengalir menggerus bebatuan hingga masuk sampai ke kamar kamar warga.
Pantauan bidiknews.net di lokasi kejadian, terdapat spring bad yang digenangi lumpur hingga dapur dipenuhi lumpur, pasir dan bebatuan proyek.
Menurut penuturan warga Sekitar, Pukul 22:00 waktu setempat, terdengar gemuruh banjir disekitaran rumah mereka
“Sekitar jam sepuluh malam tadi pak, saya dengar suara gemuruh seperti tsunami, ternyata banjir sampai batu batu proyek mengalir sama sama banjir menjebolkan talut pembatas pemukiman”
Tutur Abdul Nasir dg Ago.
Tidak ada korban jiwa pada kejadian ino, namun Perkiraan kerugian warga, ditaksir kurang lebih 100 juta.