Tambang di Wae Reno berpotensi Erosi, DLH Manggarai dinilai tidak tegas

176

Manggarai, bidiknews.id – Tambang pasir galian C yang berlokasi di Wae Reno, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, berpotensi rawan terjadinya erosi dan longsor. Hal tersebut nampak, dimana jarak antara galian dengan bahu Jalan Raya Trans Flores hanya sekitar 4 sampai 5 meter saja.

Selain merusak lingkungan, aktifitas galian tersebut diduga tanpa kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDaL).
Florianus Agut, warga pengguna jalan, mengatakan hal tersebut, saat diwawancarai bidiknews.id, Senin, 17/8/2020.

“Daerah ini rawan longsor pak. Dilihat dari jarak bahu jalan dengan batas galian saat musim hujan nanti, pasti terjadi longsor,” tandas Florianus

Advertise

Baca Juga

Pria asal Mano tersebut menjelaskan, fenomena tersebut tidak mungkin terjadi, jika pemilik tambang memiliki ijin usaha yang dilengkapi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDaL) atau Upaya Pemantauan/Kelestarian Lingkungan (UPL/UKL).

“Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai tidak tegas. Sehingga terkesan adanya pembiaran,” tuturnya.

Sementara itu, Kanisius Nasak, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manggarai, saat dikonfirmasi via WhatsApp menjelaskan bahwa pihaknya masih berkordinasi dengan Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Dinas Pertambangan Propinsi yang ada di Ruteng.

“Sampai saat ini, DLH belum ada satupun ijin yang keluar terkait galian C di sana,” tulis Nasak melalui pesan WhatsApp kepada bidik news Senin, 17/8/2020

Pantauan bidiknews.id, aktifitas pertambangan masih tetap berjalan menggunakan alat berat dan peralatan manual. Hingga berita ini dinaikkan, Pemilik tambang belum berhasil dikonfirmasi.

Laporan : Biro NTT _ Nardi Jaya, S. Pd.
Editor : Redaktur Bidik News