Tambang ‘Ilegal’ Semakin Ganas dan Bebas, Aph Cuek

91

Bidiknews.id- Diduga adanya pembiaran Tambang Liar kian hari tidak terbendung dan terkesan bebas di Kabupaten Toraja Utara. Senin (3/10/2022)

Keberanian Penambang pun terlihat semakin nekat dengan mulai melakukan aktivitas pertambangan yang nyaris menyentuh bibir jalan poros antar kabupaten.

Salah satu lokasi tambang yang diduga kuat tanpa ijin (aktivitas tambang ilegal) terjadi di lingkungan Pangrante, kecamatan Rantepao, Kabupaten Torut.

Advertise

Nampak dengan penuh kepercayaan diri terus mengeruk gunung yang ada di kelurahan Laang Tanduk dengan menggunakan alat berat (excavator)

Tanpa memperhatikan dampak yang bisa saja timbul akibat aktivitas ilegal tersebut.

Salah satu tokoh adat, geram melihat hutan dan Kuburan Adat Tongkonan tempat tinggalnya dirusak.

Warga meluapkan emosinya menyaksikan pertambangan ilegal merusak ekosistem alam dan Kuburan Adat Tongkonan

“Kami mendapatkan amanat dari leluhur, takutnya gunung dihancurkan, lembah dirusak, aturan adat diubah, sekarang terbukti” tuturnya

Warga berharap penambangan Ilegal Batuan dihentikan dan segera ditutup, Menurutnya, jika aktivitas penambangan itu terus berlanjut, maka bisa mendatangkan malapetaka.

“kami minta Kapolda Sulsel ditutup jangan dilanjutkan,” ujar salah satu warga yang tidak mau di sebut kan namanya

Ia berharap pemerintah dan penegak hukum segera menindak penambang Batuan ilegal itu.

“Dia pun khawatir, jika aktivitas ilegal itu tak dihentikan maka bisa menyebabkan longsor dan Kuburan Adat Tongkonan bisa Hancur” jelasnya.

Sementara Lurah Laang Tanduk Melalui Sekretaris mengatakan bahwa sudah beberapa kali di surat tetap aja beroperasi dan di pertemukan dengan Warga.

“Kami sudah beberapa kali Surati pemilik tambang sampai sekarang belum ada tindakan” ungkapnya

Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi II DPRD Toraja Utara Fraksi Gerindra, Israel Makole mengatakan bahwa akan kami kordinasi dengan Instansi terkait dan APH serta akan mengelar Gelar pendapat

Menyangkut tambang galian tipe C sudah lama di hentikan tidak boleh beroperasi dan mereka sudah pernah dipanggil oleh pihak keamanan Polres Toraja Utara.

“Kalau ada oknum tertentu yang merasa ada ditambang itu, kami akan turun kan tim untuk turun monitor di lapangan, dan bekerjasama dengan Instansi terkait dan pihak polres Toraja utara harus mengevalusi di lapangan apakah betul betul tambang ilegal itu beroperasi dan apa dasarnya mereka beroperasi, apakah ada yang bekingi?” Ungkapnya.

Sampai berita ini di publikasikan pihak terkait belum bisa di temui.

Bersambung…

(Darwis)