Tanggapi Kebebasan pers dalam Pusaran Polres Alor. Institut Jurnalis Kemanusiaan nyatakan sikap

68

Nasional bidiknews.id – Institut Jurnalis Kemanusiaan (IJuK), menyayangkan panggilan Polisi kepada Pemimpin Redaksi media Tribuana Pos dengan nomor, B/1951/VIII/RES.2.5/2020, di Polres Alor terkait pemberitaan yang dikeluarkan oleh Tribuana Pos dengan judul “Kepala BMKG Alor Dipolisikan Soal Dugaan Setubuhi 3 Gadis di Bawah Umur.”

Pemberitaan Tribuana Pos pada 29/07/2020 lalu itu berbuntut dilaporkannya Demas Mautuka selaku Pemimpin Redaksi, ke Polres Alor. dengan Nomor, LP-B/175/VII/2020/NTT/ Polres Alor. Hal ini ditanggapi keras oleh Institut Jurnalis Kemanusiaan, atas panggilan yang dikeluarkan oleh Polres Alor kepada Demas Mautuka.

Sya’ban Sartono, S.H. selaku Ketua Umum IJUK menyayangkan proses hukum yang dinilai dipaksakan di jajaran Polres Alor. Menurutnya ini adalah salah satu isyarat tidak terhormatnya kebebasan Pers yang diamanahi Undang Undang.
“Hal ini menandakan mundurnya Demokrasi dan Kebebasan Pers di wilayah hukum Polres Alor.” Lanjut Sya’ban.

Advertise

Baca Juga

“Polisi memang punya kewenangan untuk memanggil siapapun, tapi tidak dengan mengklarifikasi laporan karya jurnalistik, polisi harusnya tau batas batas dan kewenangannya dan kebebasan Pers.” Tandasnya.

Menurut Sya’ban, Polisi boleh memanggil untuk mengklarifikasi terkait legalitas media dan kapasitas Demas sebagai wartawan Tribuana. Tidak dengan laporan Masyarakat atas karya jurnalistik, karna hal ini bertentangan dengan prinsip UU Nomor 40 tahun 1999 serta perjanjian kerjasama anatara Kepolisian dan Dewan Pers selaku tempat penyelesaian sengketa Pers.

Sya’ban menegaskan, antara Kepolisian dan Pers adalah mitra dalam prinsip prinsip penegakan hukum. Polisi sebagai alat Negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban Negara, serta Pers adalah salah satu lembaga Independen yang timbul dari kesadaran Demokrasi yang dinaungi Undang Undang Hak asasi Manusia yang oleh karna perannya sangat penting dalam Negara, sehingga merupakan bagian dari pilar Demokrasi.

“Saya yakin, Kapolres Alor tahu dan paham soal prosedural ini. Harapan besar di Kapolres Alor. Semoga bisa menyelesaikan kasus ini seadil adilnya. Bahwa Kepolisian dan Pers adalah mitra yang solid. Jangan karena hal ini, dapat merusak kemitraan ini.” Tutup Sya’ban. (*Ekhy)

Editor : Redaktur Bidik News