Tanggapi Laporan Kepala BMKG Alor, Kapolres: Dihentikan penyidikan, jika ini sengketa Pers

227

Alor, bidiknews.id – Atas laporan Ketua BMKG Alor, dengan Nomor LP-B/175/VII/2020/NTT/ Polres Alor tanggal 30 Juli 2020 lalu, Demas Mautuka, Pemimpin Redaksi Tribuana Pos dipanggil guna klarifikasi. Surat panggilan dengan Nomor B/1951/VIII/RES.2.5/2020 diterima Demas dan telah hadir di Polres Alor pada Senin 10/08/2020 kemarin.

Laporan ini bermula pada tanggal 28 Juli 2020 sekitar pukul 10.00 wita, saat Demas melakukan peliputan di Polres Alor terkait pemeriksaan dua Anggota DPRD Alor, Dony M. Mooy dan Reiner Atabuy yang menjalani pemeriksaan di TIPITER terkait laporan Ketua DPRD Alor Enny Anggrek soal dugaan fitnah pada Kisruh Sidang Kode Etik di DPRD beberapa waktu lalu.

Usai melakukan peliputan, Demas bertemu Pekerja Sosial Kemensos RI Kabupaten Alor, Mara Yirmiyati, S.Sos. di ruang tunggu Reserse. Mara menjelaskan jika dirinya mendampingi korban 3 anak yang akan menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Alor terkait insiden dugaan tindakan asusila oleh AB yang merupakan Kepala BMKG Alor.

Advertise

Baca Juga

Laporan Kepala BMKG Alor ini lantaran merasa dicemarkan nama baiknya. Kapolres Alor yang dihubungi media ini mengatakan Laporan tersebut ditindaklanjuti karna unsur pencemaran nama baik. Menurutnya, polisi hanya mengundang Demas untuk klarifikasi atas laporan pencemaran nama baik di media online.

Kapolres juga mengaku, jika prosedurnya harus ada hak jawab. Namun pelapor ngotot bahwa ini pencemaran nama baik.
“Dia (pelapor_red) ngototnya masalah pencemaran nama baik kan melalui media online,… Kita juga sudah sampaikan kalau sesuai dengan itu kan harus ada hak jawab dari yang disampaikan di media. Namun yang bersangkutan ngototnya pencemaran nama baik,” tutur Kapolres Alor

Menurut Kapolres Alor, polisi juga melihat kembali, Jika ini murni delik Pers maka tidak naik ke tahap penyelidikan lanjutan.
“Itukan perlu klarifikasi, nah nantinya ketika memang itu masuknya ke delik pers yq tentunya kan kita mintakan klarifikasi juga dengan Dewan Pers kan untuk bisa menilai itu juga kan, jadi tidak masuk kepada penyidikan lanjut, jadi hak hak pers juga tidak terganggu, tidak terkekang gitu.” Ungkap Kapolres saat dihubungi media ini pada Senin 10/08/2020 kemarin.

Dikonfirmasi juga terkait Laporan Ketua DPRD, terhadap Demas. Kapolres mengatakan jika sudah ada Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP-3) terkait Laporan Enny Anggrek.
“Memang itu sudah ada, itu kan dlsebelum saya kejadiannya tuh, sudah ada SP-3 nya kalo nggak salah tuh.” Sambungnya.

Disampaikan lebih lanjut terkait Memorandum of Understanding (Moau) antara Kepolisian dan Dewan Pers pada 2017 lalu, bahwa semua sengketa Pers akan diselesaikan sesuai prinsip prinsip Kode Etik Jurnalistik dan melibatkan Dewan Pers, Kapolres Alor menanggapi positif dan berjanji akan berembuk bersama untuk menyelesaikan kasus ini dengan benar dan adil sesuai prinsip Demokrasi.

Editor : Redaktur Bidik News