Tegas!, JOIN Polisikan Pelaku dugaan pengancaman dengan mencatut nama JOIN

47

Makassar, bidiknews.net – Pengurus Jurnalis Online Indonesia (JOIN) DPD Makassar secara resmi polisikan William Pattiwaellapia, seorang pengusaha yang mencatut nama JOIN dan mengaku wartawan sebuah media online saat mengintimidasi dan menghalang-halangi wartawan saat meliput penertiban toko Bintang di Jl. Veteran Selatan Makassar, Sulawesi Selatan, yang tetap buka saat pemberlakuakn PSBB, Sabtu (25/4/2020).

Dewan Pengurus Daerah (DPD) JOIN Makassar diwakili Sekretrisnya, Sri Syahril, Ia didampingi Kuasa Hukum JOIN Makassar dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) Sulsel, Syamsumarlin, S.H. Jumat (1/5/2020). Turut bersama, puluhan pengurus JOIN dan wartawan dari berbagai media.

JOIN Makassar mempolisikan bos PT. Benteng Biro Investigasi Nunusaku dan kawan-kawan berdasarkan bukti rekaman video, dimana ia bersama sejumlah orang mengintimidasi Sya’ban Sartono Leky (26) wartawan Rakyat.news, bak maling yang ketangkap basah, perlakuannya berhasil diabadikan melalui beberap rekaman Vidio pengunjung.

Advertise

Baca Juga

‘’Dalam rekaman itu sangat jelas William mengintimidasi wartawan. Bahkan beberapa orang merampas handphone (HP) dan berusaha menghapus video yang merupakan sebuah karya jurnalistik wartawan,” jelas Sri Syahril saat memberikan keterangan pers di Sekretariat DPD JOIN Kota Makassar, Jl Ujungpandang, Jumat (1/5/2020) sore.

Selain itu, dalam pengakuannya pengusaha yang mengaku berpangkat Sersan Satu (Sertu) ini mencatut nama JOIN Kota Makassar,
“Saya JOIN, sini KTA-mu, saya telfon ketua dulu, ketua JOIN mana?, JOIN Makassar, siapa namata?, Saya tidak pernah sembunyi namaku, namaku paling mudah diingat, saya Sertu William Pattiwaellapia, S.H.” Ungkap Sya’ban menirukan percakapannya dengan William.

Hal ini, menurut Sri Syahril, Ketua DPD JOIN Makassar Sabri, S.K.M., M.Kes. dan Ketua DPW JOIN Sulsel Dr. Arry AS, S. I. Kom, S.H., M.H. CPCE, membantah pengakuan William.

‘’Tidak ada anggota apalagi pengurus JOIN baik di DPD Makassar maupun di DPW JOIN Sulsel bernama Willem Pattiwaellapia. Ini jelas-jelas merusak nama baik organisasi,” tegas Sabri yang diamini Arry AS.

‘’Kalau dia wartawan dan pengurus JOIN tentu dia tahu hak-hak seorang jurnalis saat melaksanakan tugasnya. Ini malah dia yang mengintimidasi dan menghalang-halangi tugas wartawan,” cetus Sabri.

Peristiwa tersebut terjadi di areal Toko Bintang, Jl. Veteran Selatan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/4/2020) sore. Korbannya, Sya’ban Sartono Leky, wartawan salah satu media online di Makassar.

Selain oknum pengusaha tersebut, JOIN juga melaporkan sejumlah orang yang diduga melakukan kekerasan dan intimidasi, perampasan perlengkapan jurnalistik, penyekapan wartawan dan menghalang-halangi tugas wartwan. Termasuk menghilangkan sejumlah rakaman video hasil liputan wartawan yang jadi korban kekerasan.

Sementara itu Kuasa Hukum JOIN Makassar dari PBHI Sulsel, Syamsumarlin, S.H. menjelaskan ulah William dkk, sangat tidak menghargai profesi jurnalis. Apalagi yang bersangkutan juga mengaku anggota JOIN.

‘’Menghalangi kerja wartawan jelas merupakan perbuatan pidana. Ketentuan pidananya diatur dalam pasal 18 UU No, 40 tahun 1999 tentang Pers,” jelas Syamsumarlin.

Menurutnya, laporan JOIN Makassar ini dalam rangka menegakkan demokrasi. Sebab menurutnya, Pers adalah salah satu pilar demokrasi di negeri ini.

‘’Wartawan perlu dilindungi dan wajib dihormati. Apalagi profesi ini memang dilindungi oleh Umdangg-undang. Tidak boleh diitimidasi saat melaksanakan tugas-tugasnya. Siapapun yang melakukannya diancam pidana,” tegas Syamsumarlin.

‘’Kemudian juga terkait pencemaran nama baik JOIN. Kita harap kepolisian mengusut tuntas dan menangkap pelaku,” lanjut pengacara muda ini.

Sementara itu Sya’ban Sartono Leky, korban kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum di areal toko Bintang berharap apa yang dialaminya menjadi kasus terakhir yang menimpa wartawan di Indonesia.

‘’Sebab tindakan yang dilakukan oleh William dkk, telah mencederai profesi wartwan Indonesia. Karena kasus ini sudah dilaporkan ke kepolisian, mari kita sama-sama mengawal dan sama-sama menghargai supremasi hukum,” tegas Sya’ban.

Ia berharap kepolisian bisa bertindak tegas dan profesional dalam menangani kasus ini.

‘’Kita semua tentu berharap penegakan hukum yang setinggi-tingginya dan kasus ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua,” timpal Ibrahim, salah satu wakil ketua di DPD JOIN Kota Makassar.(**)