Terancam, Puluhan Lebih Siswa di Alor Tidak Bisa Mengikuti Ujian Smp

1395

BIDIKNEWS.id, Alor - Puluhan lebih siswa kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Alor terancam tidak mengikuti ujian sekolah maupun ujian nasional. Pasalnya, setelah dinyatakan lulus dari Sekolah Dasar (SD) Negeri Pailelang tahun ajaran 2018/2019, Ijazah pun tak kunjung dikeluarkan pihak sekolah ataupun dinas pendidikan kabupaten Alor hingga kini.

Kurang lebih sekitar 47 siswa tamatan dari SD Negeri Pailelang, Desa Pailelang, Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD), Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Advertise

Hal tersebut terungkap saat para orangtua siswa tersebut mengadukan nasib anaknya yang dimintai ijazah SD oleh pihak SMP tempat mereka belajar untuk memenuhi persyaratan agar dapat mengikuti ujian sekolah maupun ujian nasional kepada pemerintah desa setempat.

Kepada Bidik News Kamis (2/12/2021) Kepala Desa Pailelang, Oktofianus Jenfani sangat geram dan turut prihatin terhadap persoalan yang dialami oleh warganya. Sebab kata Dia, para orangtua siswa tersebut telah melakukan berbagai upaya dengan mendatangi Kepala SD Negeri Pailelang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Anggota DPRD Kabupaten Alor dan mantan Kepala SD Negeri Pailelang Zeth Koly, namun tak kunjung mendapatkan jawaban pasti pengambilan Ijazah dimaksud untuk memenuhi persyaratan anaknya yang akan mengikuti ujian SMP.

Oleh karena itu, Oktofianus memastikan, sebagai perpanjangan tangan dari Bupati Alor di wilayah Desa Pailelang dalam mensukseskan salah satu pilar pemerintahan Amon Djobo dan Imran Duru jilid 2 yakni Alor Pintar, pihaknya akan mengambil langkah dengan mendatangi UPTD SD Negeri Pailelang untuk mengkonfirmasi dan meminta kejelasan terkait persoalan yang dialami warganya.

"Sudah beberapa kali (sejak awal bulan Oktober) ada warga yang mengadu ke saya selaku Kepala Desa, ada anak-anak mereka itu sekarang sudah di SMP kelas 3 siap untuk ujian SMP. Dari pihak sekolah SMP minta untuk mereka ada nomor Ijazah (fisik), tetapi sampai sekarang ini ada sekitar 40-an anak itu mereka punya Ijazah (SD) belum dikasih (diberikan) dari UPTD SD Negeri Pailelang," kata Oktofianus.

"(Dari keterangan orangtua siswa) katanya (Kepala Sekolah) belum tanda tangan. Mereka (orangtua siswa) sampai ke UPTD SD Negeri Pailelang, Kepala Sekolah bilang ke Dinas, mereka ke Dinas bilang ke Pak Zeth Koly. Nah ini kan orang-orang tua (siswa) ini kan bingung seperti apa dan dengan cara apa (dapat Ijazah SD) sedangkan anak-anak ini kan mau ujian SMP. Seperti ini kan tidak bisa dibiarkan, sehingga saya sebagai Kepala Desa dari warga disini akan ke sekolah SD Negeri Pailelang untuk bertemu secara langsung Ibu Kepala Sekolah (menanyakan) letak persoalannya seperti apa, sehingga anak-anak sudah (hampir) sampai 3 tahun kok Ijazahnya belum keluar, sedangkan mereka (siswa) sudah selesaikan kewajiban sebagai siswa sudah sekolah selama 6 tahun setelah ujian dinyatakan lulus dan bukti dari lulus itu kan Ijazah," jelas Kades Pailelang setelah mendengar pengaduan dari warganya.

"Hingga kini pagi tadi (2/11/2021) saya masih mendapatkan pengaduan dari salah satu orangtua siswa yang masih sampaikan bahwa mereka belum dapat Ijazah (anaknya) dan mereka juga sempat sampaikan ke DPRD Kabupaten Alor, tetapi belum ada kejelasan yang mereka dapat. Mereka juga sampaikan bahwa mereka sudah sampai di Dinas Pendidikan Kabupaten Alor tapi mereka belum mendapatkan jawaban dan hasil yang positif kapan Ijazah itu keluar," bebernya.

Pemerintah Desa Pailelang kata Oktofianus, akan memfasilitasi para orangtua siswa setelah mendapatkan konfirmasi dari pihak UPTD SD Negeri Pailelang terkait persoalan yang dialami warganya dalam jangka waktu dekat.

"Hasilnya setelah pertemuan (konfirmasi) seperti apa, saya (Kepdes Pailelang) mungkin sedikit bisa mengetahui letak masalah dan persoalannya, setelah itu kita akan bangun koordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang," tandasnya.

Disisi lain, Yunus Laupada orangtua siswa tamatan SDN Pailelang yang hingga saat ini belum mengambil Ijazah SD membeberkan kronologi persoalan yang tengah dihadapinya bersama para orangtua siswa lainnya.

"Persoalan Ijazah (SD) ini, anak-anak ujian SD dari tahun 2018/2019. Mulai dari itu sampai dengan hari ini anak-anak punya Ijazah belum keluar, sedangkan anak-anak sudah SMP kelas 3 mau ujian. Nah ini dari pihak SMP ini sudah minta Ijazah (SD). Kami sudah konfirmasi dengan pihak SD Negeri Pailelang bertemu mereka untuk hadirkan bapak Zeth Koly (Kepsek 2018/2019) dan pihak terkait (berwenang) untuk proses ini Ijazah, tetapi dari pihak sekolah berbagai macam alasan mereka pakai, dari sekolah kasih undangan kami pergi bapak Zeth tidak hadir. Jadi dari sekolah arahkan kami bersabar, setelah itu kami bersabar-bersabar sampai sekarang tidak ada informasi lanjutan dari pihak sekolah," kata Yunus kepada Bidik News, Jumat (3/12/2021).

Tidak mengenal lelah, para orangtua siswa kemudian mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Alor dengan harapan untuk mendapatkan jawaban pasti pengambilan Ijazah anak-anaknya yang akan mengikuti ujian SMP ataupun kegunaan lainnya.

"Di sekolah, pihak sekolah arahkan ke dinas pendidikan karena blangko (Ijazah) sudah dikembalikan ke pihak dinas pendidikan. Akhirnya sudah ada beberapa teman (orangtua siswa) itu minggu kemarin ke Kantor Dinas (Pendidikan Kabupaten Alor) itu betul blangko Ijazah itu sudah dikembalikan ke Dinas Pendidikan. Hari Senin kami kembali bertemu dengan Kepala Bidang SD, sampai disana mereka (kepala bidang SD) bilang sudah pendekatan ke bapak Zeth Koly untuk tanda tangan Ijazah. Jadi orang dari dinas arahkan kita lagi untuk pergi beremu dengan mantan kepala sekolah (bapak Zeth Koly)," kata Yunus sembari membeberkan informasi yang didapat orang-orang tua siswa dari Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Alor.

Lebih lanjut orangtua dari salah satu siswa yang kini di bangku kelas 3 SMP Negeri Pailelang itu mengungkapkan, harapan mereka pun hampir pupus lantaran belum ada jawaban yang diharapkan terkait persoalan yang tengah dialaminya anaknya bersama dengan para siswa lainnya.

"(Sehingga) kami pergi ke rumahnya bapak Zeth Koly ternyata beliau (bapak Zeth Koly) ada di rumah. Kami cerita-cerita duduk persoalan dan bapak Zeth arahkan kami untuk bertemu Bupati (Drs. Amon Djobo)," ungkap Yunus.

"Semoga persoalan (Ijazah) ini dapat terselesaikan dan anak kami bisa dapat melanjutkan sekolah dengan baik," harapnya.

Sementara itu, Mantan Kepsek SDN Pailelang Zeth Koly saat dikonfirmasi Bidik News siang ini, membenarkan persoalan yang tengah dialami para orang tua siswa yang sempat dibinanya pada tahun 2018/2019 terkait Ijazah SD yang tak kunjung dikeluarkan oleh UPTD SD Negeri Pailelang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Alor.

"Kaitan dengan pengaduan (Ijazah) bukan di saya, pengaduan itu ada di dinas (pendidikan) sana. Kaitan dengan pengaduan itu kan sudah disampaikan sama orangtua kepada pihak sekolah, dan itu saya sudah pensiun jadi ketika ditanya (Ijazah) saya bilang saya sudah pensiun dan saya tidak tau lagi hal itu," ujarnya.

Dia menjelaskan berkaitan dengan Ijazah para siswa tahun ajaran 2018/2019, telah dipenuhi kewajiban dalam hal pembayaran blangko dan sebagainya. Namun, kata Mantan Kepsek SDN Pailelang, Ijazah para siswa tamatan tahun 2019 belum diterimanya dari dinas pendidikan kabupaten Alor.

"Berkaitan dengan Ijazah, saya selaku penanggungjawab pelaksanaan terhadap ujian 2018/2019 sebagai kepala sekolah telah saya laksanakan dan telah saya sampaikan kepada (para) orangtua (siswa) dengan baik, makanya 47 anak itu dinyatakan lulus dan berkaitan blangko Ijazah itu ditulis di dinas pendidikan sehingga kami hanya menyetor tanggungan (kewajiban) itu sudah selesai. Dari 2019 sampai 2020 saya pensiun itu Ijazah sudah tulis habis atau belum itu sampai hari ini saya belum tahu," beber Zeth.

Hingga berita ini ditayang, Bidik News belum berhasil mengkonfirmasi pihak UPTD SD Negeri Pailelang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Alor.

Laporan: Markus Kari
Editor: Markus Kari