Terlilit Hutang, Warga Gresik ini Tawarkan Ginjalnya

30

BIDIKNEWS.id, Gresik – Inisialnya SS, Seorang Ibu paruh baya beranak 2 dikabarkan rela menjual ginjalnya demi membayar hutang yang telah lama terlilit. SS berasal dari Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik, dan saat ini tinggal di luar Gresik.

Ia bernasib kurang baik, karena terlilit hutang rentenir ratusan juta rupiah, ia berupaya bahkan sampai rela menjual ginjalnya demi membayar hutang yang semakin menumpuk.

Informasi yang dihimpun Bidik News, awalnya, SS hanya berhutang pada Pinjaman Bank yang bersistem simpan pinjam, Namun nasib lain menimpanya, ada seorang temannya minta tolong kepadanya agar menggunakan berkas dan namanya untuk meminjam sejumlah uang di Rentenir Kredit Mingguan.

Advertise

Baca Juga

Merasa percaya, maka hal itu ia lakukan dengan perjanjian akan dilunasi sesuai jadwal. Tapi sayangnya, teman yang ditolongnya lari dari tanggung jawab dan akhirnya Ia pun yang harus melunasinya,” ceritanya, Sabtu (17/10/2020). Dikutip dari Sorot-Jatim

Dengan nada sedih, SS menceritakan, dari situlah hutangnya semakin banyak karena harus “gali lubang tutup lubang” untuk menutup hutangnya.

Jaminan Hari Tua (JHT) milik suami yang telah diambil dari hasil bekerjanya selama 6 tahunan, pada sebuah Garasi dan Bengkel Alat Berat di Kabupaten Gresik juga tidak cukup, hanya 15 juta saja. Sedangkan jumlah seperti itu belum mampu menutupi semua hutang-hutangnya.

Dengan kondisi inilah, SS berfikir menjual Ginjalnya bagi yang membutuhkan ”Terpaksa saya menjual Ginjal dan saya tawarkan seharga Rp. 400 juta untuk bayar hutang serta untuk modal usaha.”

Konon, sudah ada orang di Jakarta yang sudah menawar Ginjalnya seharga Rp. 250 juta, namun SS belum memberikan keputusan, karena ia hanya mau menjual jika Rp. 400 juta rupiah.

Informasi ini sudah sempat disampaikan ke DPRD dan Bupati Kabupaten Gresik, namun sejak Agustus 2019 hingga detik ini belum ada solusi yang diberikan.

Waktu itu katanya, juga dihadiri oleh pihak Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Bappeda Kabupaten Gresik. Bahkan suaminya sempat akan dipukuli oleh Oknum Anggota DPRD Kabupaten Gresik karena dianggap menghina Pimpinan Fraksinya.

Penelusuran Bidik News, rentenir berkedok Koperasi mingguan ini sudah mendominasi di Gresik. 100 ribu yang dipinjam, maka yang bersangkutan cuma menerima 80 ribu, namun harus membayar 120 ribu. Dari situ, ada bunga yang mencekik yaitu antara 20 sampai 40% dari pinjaman pokoknya.

Yang banyak menjadi korban, adalah dari kalangan ibu-ibu dan kelompok miskin serta kelpok marginal lainnya yang ekonominya di bawah rata-rata.

Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik, diharapkan dapat memberi solusi terkait hal ini, supaya tidak menjadi permasalahan yang berlarut-larut, hingga kini, belum ada solusi efektif bagi ibu-ibu pelaku UMKM dan warga miskin lainnya.

Kedepannya, Pemerintah baik daerah maupun pusat diharapakan bisa menjadi sentral perlindungan masyarakat dengan golongan seperti ini. Sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Editor : Redaktur Bidik News