Tolak Pemakaman sistem SOP WHO, Keluarga korban Akhirnya Izinkan setelah mediasi

26

Gowa, bidiknews.net – IPDA Sugiyatno Panit 3 sabhara Polsek Somba Opu bersama rekan-rekannya dalam kesehariannya sebagai petugas Posko Covid-19 di dalam area RSUD Syech Yusuf selalu siap siaga dalam berbagai kondisi dan situasi.

Pada Minggu (10/05/2020) sekira pukul 19.00 wita di RSUD Syech Yusuf Sungguminasa telah meninggal dunia seorang Pasien dengan status PDP yang juga merupakan warga kabupaten Gowa.

Petugas medis RSUD Syekh Yusuf, Asriani menjelaskan Korban masuk RSUD pada (04/05/2020) lalu dan keluar pada(06/05/2020) karena kondisi agak membaik, tetapi Jum’at(08/05/2020) sekira pukul 23.00 wita korban masuk kembali ke RS Syekh Yusuf dengan status PDP.

Advertise

Baca Juga

Pasien lalu dirawat di ruang perawatan pasien PDP, tetapi pada minggu (10/05/2020) sekira pukul 18.35 wita pasien meninggal dunia dengan diagnosa Pneumonia dan efusi pleura atau cairan dalam paru-paru dengan hasil Rapid test korban Reaktif negatif, sementara untuk swab testnya sementara menunggu hasil yang akurat.

Pada awalnya keluarga Korban menolak jika jenazah korban dimakamkan di pekuburan Macanda, melihat situasi tersebut, Perwira Pengendali Posko Covid-19 RS Syech Yusuf IPDA Sugiyatno melakukan mediasi dengan keluarga korban akhirnya dengan Ihklas lalu menyerahkan Jenazah untuk dimakamkan sesuai dengan SOP WHO.

Koordinasipun dilakukan dengan Tim Gugus CoViD-19 Propinsi Sulawesi selatan untuk mempersiapkan pemakaman.Tim Gugus Covid-19 dipimpin Mayor CPM Ramal dengan menggunakan mobil Ambulance DD 1138 XX dengan dikawal oleh PJR Ditlantas Polda sulawesi selatan menuju pemakaman Macanda untuk dilakukan penguburan.

Kapolres Gowa AKBP Boy Samola, S.I.K., M.H. saat dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya pasien meninggal dunia status PDP di RS Syekh Yusuf pada minggu (10/05/2020) dan sangat mengapresiasi personilnya yg berhasil melakukan mediasi dengan keluarga Korban.

Sumber : Humas Polres Gowa
Editor : Redaktur Bidik News