Tolak Pembangunan Pro Asing, Aliansi Mahasiswa NTT juga Soroti Pembangunan SPBBU ATL

9
Foto: Doc. Bidiknews.net

Makassar, bdiknews.net
Aliansi Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (ALMASI NTT) Makassar menggelar aksi protes terkait beberapa kasus yang terjadi di NTT termasuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBBU) di Alor Timur Laut kab. Alor NTT.
Aksi protes ini digelar di Bawah Fly Over Jln. Irip Sumoharjo Makassar pada Rabu, 29/5/19

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa NTT ini menuntut beberapa kebijakan Pemprof NTT yang menurut mereka malah mendatangkan masalah bagi NTT. Diantara tuntutannya;
1. Tolak pembangunan Awalolong
2. Tuntaskan Kasus Human Trafifcking
3. Naikkan harga kopra di Flotim
4. Tolak Wisata Halal Haram di Labuan Bajo
5. Pelabuhan REO Jadikan pelabuhan PELNI
6. Tolak Pembangunan SPBBU ATL
7. Tolak pembangunan Kantor DPRD Flotim
8. Aktifkan kembali UNDANA Cabang Ngada.

Sebagaimana diketahui, 5 Misi utama Pemprof NTT dibawah kepemimpinan  VBL-JAN, mencakup Pembangunan Pariwisata, Infrastruktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Kesehatan serta Reformasi Birokrasi, namun menurut ALMASI, rezim Victor-Josef, malah mencederai keberlangsungan hidup Rakyat. Bagaimana tidak, Pemprof berencana meminjam ke China 3 T untuk pembangunan yang nantinya akan berdampak pada beban hutang untuk NTT kedepan.

Terkait pembangunan SPBBU di Kabupaten Alor, kecamatan Alor Timur Laut, menurut Masrullah Aleng, salah satu Mahasiswa Alor, bahwa kebijakan Pemda Alor  sangat syarat dengan kepentingan oknum di Pemda.

“Semua elemen Masyarakat termasuk Petani dan mahasiswa telah menyuarakan itu untuk menolak, masa Pemda bersikeras untuk membangun?, ini kan ada kepentingan terselubung” 

 lanjut Masrul. Sapaan Masrullah.
“Pemda Alor harus jujur, kami bukan menolak pembangunannya. Karna pasti Masyarakat butuhkan itu. Tapi tempatnya yang tidak cocok. Mengganggu lingkungan hidup kedepan” tutupnya.
Laporan: Abu Sumayya