ULMWP Nyatakan Kemerdekaan Papua Barat, Buronan Separatis Wenda Jadi Presiden

445

BIDIKNEWS.id, Papua Barat - Gerakan Separatis Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat, atau yang dikenal United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) mengumumkan kemerdekaan dan menyatakan pembentukan Pemerintahan Sementara West Papua.

Deklarasi ini tepat pada Selasa, 01/12/2020. Pemerintahan sementara ini kekuasaannya meliputi Papua dan Papua Barat, demikian pengakuan Benny Wenda, Presiden Pemerintahan Sementara ini.

Tokoh separatis Benny Wenda yang juga merupakan Ketua ULMWP mengatakan pengumuman itu merupakan bagian dari perjuangan mereka melawan penjajahan Indonesia di wilayah Papua yang berlangsung sejak tahun 1963.

Advertise

“Ini hari yang sangat penting bagi rakyat saya. Kami sekarang memulihkan kedaulatan kami dan pemerintah sementara kami di Papua Barat,” kata Benny Wenda seperti dikutip dari SBS News.

Bidik News dalam penelusurannya, separatis Benny Wenda masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang paling dicari oleh pemerintah Indonesia. Hal ini dipicu peristiwa 6 Juni 2002, dimana dirinya ditahan di Jayapura karena diduga terlibat dalam aksi perusakan kantor polisi. Wenda diputus hukuman kurung 25 tahun.

Namun saat dalam kurungan, pada 27 Oktober 2002, dirinya  berhasil kabur dari tahanan. Dibantu aktivis kemerdekaan Papua Barat dirinya diselundupkan ke Papua Nugini. Setelah itu dengan bantuan LSM Eropa dirinya berhasil kabur ke Inggris dan hingga kini menetap disana.

Informasi yang dihimpun Bidik News, Benny Wenda menyebutkan status pemerintahan sementara ini berarti Provinsi Papua Barat 'tidak akan tunduk kepada Indonesia'.

“Hari ini, kami menghormati dan mengakui semua nenek moyang kami yang berjuang dan mati untuk kami dengan akhirnya membentuk pemerintahan bersatu yang ditunggu-tunggu,” kata Wenda dalam siaran pers milik ULMWP.

"Kami siap menjalankan negara kami. Sebagaimana diatur dalam konstitusi sementara kami. Republik Papua Barat di masa depan akan menjadi negara hijau pertama di dunia. Hak bersuara, hak asasi manusia, kebalikan dari dekade penjajahan berdarah Indonesia!" ujar Wenda.

"Hari ini, kami mengambil satu langkah lagi menuju impian kami tentang Papua Barat yang merdeka, merdeka, dan merdeka!.” (*)

Editor : Redaktur Bidik News