Unjuk Rasa PERSAB di Kantor DPRD dan Bupati Alor Tuntut Tarif Angkutan Desa

442
Mobil angkutan desa terpakir di depan Kantor sementara DPRD Kabupaten Alor disaat aksi unjuk rasa, Kamis (2/12/2021).

BIDIKNEWS.id, Alor - Puluhan lebih sopir angkutan desa jalur Kalabahi-Abal yang tergabung dalam Persatuan Sopir Angkut Abal (PERSAB) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor sementara DPRD Kabupaten Alor dan Kantor Bupati Alor, Kamis (2/12/2021).

Aksi unjuk rasa yang dipimpin oleh Aldy selaku Kordum dan Sabarudin Demang sebagai Korlap itu, merupakan buntut dari dihilangkannya bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan naiknya harga BBM jenis pertalite yang semula Rp.6850 menjadi Rp.7250 dan belum adanya kejelasan terkait tarif angkutan desa dari pemerintah desa dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Alor.

Pada titik pertama, aksi unjuk rasa di Kantor sementara DPRD Kabupaten Alor, masa aksi kesal lantaran tidak bertemu dengan satu pun Anggota DPRD Kabupaten Alor. Sehingga masa aksi akan mendatangi DPRD pada Sabtu atau Senin ini.

Advertise

Pada titik kedua, aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Alor, masa aksi diterima Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Alor Joseph E. Malaikosa untuk beraudiens terkait persoalan yang tengah dialami para sopir angkutan desa jalur Kalabahi-Abal.

Dalam pernyataan sikap yang diterima Bidik News, Kamis (2/12/2021) siang, Persatuan Sopir Angkut Abal (PERSAB) memaparkan bahwa angkutan desa merupakan salah satu transportasi yang efektif untuk rakyat kecil sampai saat ini belum mendapatkan kebijakan yang yang dapat mensejahterakan para sopir angkutan penumpang dari pemerintah. Adanya kebijakan dan peraturan pemerintah terhadap sistem transportasi masih lemah. Selain itu, lemahnya penegakan aturan perundang-undangan di sektor transportasi yang merugikan para sopir dan pemilik angkutan penumpang khususnya di jalur Alor Barat Laut (Abal), Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Seperti angkutan penumpang dalam kota masih dibiarkan mengangkut penumpang jalur desa meskipun dari dinas perhubungan telah berulang kali mendapat pengeluhan dari sopir angkutan desa.

Kadis Perhubungan Kabupaten Alor Joseph E. Malaikosa (tengah) saat menerima masa aksi PERSAB di Kantor Bupati Alor, Kamis (2/12/2021).

Ketika persoalan diatas belum diselesaikan, kini muncul lagi persoalan baru yakni dihilangkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dengan harga Rp.6450 dengan BBM jenis pertalite dengan harga Rp.6850 dan hal itu bisa diatas oleh para sopir angkutan desa dengan pendapatan sehari-hari. Akan tetapi, BBM jenis pertalite kini harga dinaikkan menjadi Rp.7250 yang berdampak pada pendapatan sopir angkutan desa jalur Alor Barat Laut (Abal) anjlok, bahkan sangat parah. Sehingga kami yang tergabung dalam Persatuan Sopir Angkut Abal (PERSAB) melakukan aksi unjuk rasa dengan tuntutan sebagai berikut;

1. Mendesak kepada pemerintah daerah untuk segera menaiki tarif angkutan desa jalur Abal dengan harga sebagai berikut,
(a) Angkutan Umum Kalabahi-Alor kecil
★ Dari Kalabahi ke Dulolong sampai ke Alor Kecil rata-rata Rp.7000
★ Dari Dulolong ke Alor Kecil Rp.4000
★ Anak sekolah Rp.3000
(b) Angkutan Umum Kalabahi-Kokar
★ Dari Kalabahi ke Alor Besar dan Sebanjar rata-rata Rp.10000
★ Dari Kalabahi ke Padang, Bolang sampai ke Aimoli Rp.15000
★ Dari Kalabahi ke Kokar dan Bota rata-rata Rp.20000
★ Dari Dulolong ke Sebanjar sampai ke Bota Rp.10000
★ Anak sekolah Rp.3000

2. Mendesak kepada pemerintah daerah untuk hadirkan kembali BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis premium.

Pada pertemuan audiens masa aksi PERSAB dengan pemerintah daerah dalam hal ini Kadis Perhubungan Kabupaten Alor di Kantor Bupati Alor, belum ada respon baik yang diberikan oleh pemangku kebijakan untuk menjamin kesejahteraan para sopir angkutan desa jalur Kalabahi-Abal yang termuat dalam pernyataan sikap Persatuan Sopir Angkut Abal (PERSAB).

Laporan: Markus Kari
Editor: Markus Kari