Corona Virus adalah Serangan Senjata Biologi AS terhadap China

153

Siapa yang menyangka serangan Virus Covid-19, efektif memukul ekonomi China. Banyak ahli yang menguraikan bahwa dari awal serangan Covid-19 adalah perang biologi yang diluncurkan Amerika Serikat terhadap China. Dan merupakan lanjutan dari perang dagang antara AS vs China.

Diberbagai segmen AS kalah berdagang dari china dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Di zaman Trump, AS membalas dengan menaikkan Tarif barang-barang China yang masuk ke AS dan menurunkan Nilai Dollarnya. Ternyata tidak memukul ekonomi China. Karena China mencounternya dengan ikut menurunkan nilai Yuannya sedikit.

Dilanjutkan dengan serangan terhadap Huawei yang hendak menguasai jaringan 5G. Jika China menguasai jaringan 5G maka berakibat buruk pada kekuatan ekonomi AS yang akan berkurang hingga 7% atau lebih dari 900 Billion Dollar per tahunnya.

Advertise

Baca Juga

Akhirnya China Mengalah, 5G ketemu titik yang jelas, namun AS versi Trump masih kurang puas. AS menggebrak lagi dengan serangan yang melumpuhkan ekonomi China yaitu Virus Covid-19″.

Sudah pernah saya Posting Tentang Diktum bahwa “Perang dagang adalah awal dari perang Militer”. Jika perang dagang menang maka tidak akan berlanjut ke perang selanjutnya (Militer). Tetapi, jik belum menang maka diserang terus menerus. Salah satunya ialah virus Covid-19, ini adalah alat perang selanjutnya.

Jika Virus Covid-19 adalah War Tool, tentu ada pihak-pihak yang mendapat manfaat dari peristiwa tersebut?. Tentang Siapa yang mendapat manfaat dari sebuah peristiwa tersebut maka sebenarnya dialah yang memainkan skenario tersebut.

Kita telaah saja beberapa pertanyaan kritis setelah baca uraian-uraian para ahli di Dunia tentang Mewabahnya Covid-19 yang telah menelan korban tidak sedikit dan telah menyebar di hampir 63 negara di Dunia:

1. Mengapa virus Corona, wabah 14 hari tersebut: pertama kali dilaporkan setelah 300 personel AS tiba di Wuhan dalam pertandingan dunia Militer, pada tanggal 19 oktober. Bagaimana mereka bisa tau bahwa masa Inkubasinya Covid-19 adalah 14 hari?.

2. Mengapa dan bagaimana pengiriman virus yang sangat mematikan dari Laboratorium NML Canada tersebut, bisa berakhir di China pada bulan maret 2019?

3. Mengapa AS menarik dan mengevakuasi seluruh pekerja dan stafnya yang berbasis di Wuhan segera setelah pertandingan militer pada akhir oktober?.

4. Mengapa Yayasan Bill dan Melinda Gates memprediksi hingga 65 juta kematian via Covid-19 di tahun 2018?

5. Virus ini, menyerupai virus kelelawar Afrika selatan yang langka. Bagaimana virus semacam ini berakhir di Wuhan?.

6. Bagaimana virus tersebut melompati penghalangam spesies, lebih dari 3 hewan tanpa bantuan manusia?

7. Siapa yang menyebarkan dan menyerang Babi di Tiongkok. Dimana laporan menyebutkan ; ada Droid yang digunakan untuk menyemprot virus Babi tadi?.

8. Mengapa ini terjadi di China, ketika AS memegang Hak paten untuk “Anonaen Corona virus” yang diarsipkan pada tahun 2015?

Silahkan kita menjawabnya sendiri, apakah memang benar covid-19 adalah alat perang yang digunakan, setelah 10 tahun terakhir China Merajai Jalur Perdagangan Dunia.

Hal ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah kita. Sebab Impactnya pada Indonesia sangat Besar, karena ketergantungan Indonesia pada China sudah sangat Mencandu; ekspor dan inpornya. Setiap barang di Indonesia, pasti ada unsur Chinanya.

Untuk melindungi segenap tumpah darah masyarakat indonesia, ada baiknya selama 6 bulan sampai 1 tahun kedepan, tidak ada barang inpor dari China, mengirim ekspor ke China dibatasi. jangan terima imigran/buruh China, Gunakan standar Ganda dalam menerima Pelancong Barat diluar bumi pertiwi.

Indonesia 30% bergantung pada China. Jika pemerintah kita tidak mengambil sikap yang tegas alias lembek maka jangan meratapi, jika Covid-19 akan mewabah di bangsa ini.

Singapura sudah masuk dalam level orange. jika Singapura tanda merah maka akan mempengaruhi hubungan Indonesia dan Singapura yang 2x lebih besar dari hubungan Indonesia dan China.

Ini peluang besar bagi indonesia untuk bisa berdiri diatas kaki sendiri. Berdayakan UKM dengan modal untuk memproduksi barang-barang sendiri. Jika dalam kondisi seperti ini, pemimpin-pemimpin kita masih berpikir investasi asing, mengutamakan investor asing, dan beralasan tidak memiliki modal serta lebih banyak mengurusi hal remeh temeh maka Berdaulat memang, hanya sekedar Isapan jempol yang diagungkan diatas mimbar.

Poin: Fakta Bahwa Covid-19 adalah lanjutan dari perang dagang ialah Jumlah permintaan terhadap masker melonjak sehingga tengkulak bi*d*b memainkan tarifnya bahkan menimbunnya.

Penulis : Rais Syukur Timung, S. IP
Editor : Redaksi Bidik News