Warga Jemaat Bethania Alakaman Gelar Syukuran Menjadi Jemaat Yang Mandiri Dan HUT Ke-72

109

BIDIKNEWS.id, Alor – Sebagai ungkapan syukur atas Pemandirian dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Jemaat Bethania Alakaman, warga Abul, Desa Tamanapui, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur merayakan dengan Ibadah Syukur bertempat di Gedung Kebaktian Jemaat Bethania Alakaman, Kamis 3 November 2022.

Pantauan Bidik News, ratusan warga penuhi ruangan dan halaman Gereja Bethania Alakaman sebelum dan selama acara berlangsung walaupun sempat diguyur hujan dan dipenuhi kabut tebal.

Turut hadir Camat Alor Selatan, Kapolsek Apui dan sejumlah tamu undangan baik di wilayah Desa Tamanapui dan Kecamatan Alor Selatan maupun Jemaat dari luar.

Advertise

Sejarah Singkat Perjalanan Jemaat Bethania Alakaman

Hari ini, ada sebuah sukacita yang kita rasa dalam mengsyukuri Anugerah Tuhan. Kasih-Nya mempersatukan kita saat ini, dengan rancangan Allah yang menarik melalui proses panjang penatalayanan rumah Allah. Ada suka dan duka yang ditemui, ada terpaan tantangan yang dialami, tetapi sesuai dengan kebenaran firman-Nya “bahwa segala sesuatu dilakukan indah Dan tepat pada waktuNya”.

Gereja adalah orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan datang kepada terang Kristus, maka pada tahun 1931-1944 warga Agamang harus bergabung dengan Jemaat Ebenhaiser Sidabui untuk mendapatkan pelayanan Firman Allah. Ketika warga Agamang bergabung dengan Jemaat Ebenhaser Sidabui, warga Agamang dibentuk jadi satu rayon pelayanan yang di layanani oleh (Bpk) Esau Lano.

Pada 31 Oktober 1945, warga Agamang, Pogala Lamanta memisahkan diri dan membentuk satu wada persekutuan jemaat yang disebut Mahanaim Lohkabul dengan Jemaat Alakaman tetap menjadi bagian rayon pelayanan semasa (Bpk) Arkaluas Anilan. Sedangkan Jemaat Agamang dan Pogala Lamanta yang dipimpin Pnt. (Bpk) Andreas Letbe.

Kemudian, pada tahun 1945-1949 rayon Agamang memisahkan diri dari Pogala Lamanta karena tuntutan pelayanan dan jarak, sehingga Jemaat rayon Agamang membentuk sebuah jemaat di Agamang (kampung lama)

Selanjutnya, pada 31 Oktober 1950 dengan jumlah 115 jiwa terdiri dari 35 KK, rayon Agamang berdiri menjadi Mata Jemaat Bethania Alakaman.

Dengan keterbatasan daya dan dana, warga Mata Jemaat Bethania Alakaman menata dirinya dengan mendirikan sebuah gedung semi permanen yang dipimpin langsung oleh utusan Injil Ibrahim Karmani dan Pnt. Andreas Letbe mendirikan sebuah gedung kebaktian sebagai wadah Persekutuan Jemaat dari tahun 1950-1960, 1960-1963 di Pimpin Oleh Pnt. Adam Rosingna, 1963-1978 dipimpin oleh Pnt. Laasar Langkameng, 1978-1987 dipimpin oleh Pnt. Adam Asamani, 1987-1999 di pimpin oleh Pnt. Lamek L Adisa, 1999-2010 dipimpin oleh Pnt. Yusup Asakameng, 2010-2014 dipimpin oleh Pnt. Hermanus Rosingna, 2014-2019 dipimpin oleh Pnt. Pelipus A. Aodi, 2019-2023 di pimpin oleh Pnt. Lamek L Adisa.

Dari masa ke masa kepemimpinan dalam Gereja di Mata Jemaat Bethania Alakaman hingga kini menjadi Jemaat yang mandiri terus berjalan, penatua diganti penatua dari tahun 1950-2023 yang di barengi dengan masa kepemipinan para pelayanan PFA dan Pendeta dari tahun 1950-2023. Nama-nama seperti Ibrahim Karmnai dari Gatoka, Ferdinan Fade Utusan Injil dari Daniman, Simson Samoi utusan Injil dari Songmang, PFA. Laasar Langkameng dari Agamang, PFA. Nataniel P Salkulung dari Tabebak, PFA. Sila Asamani dari Maikang, Pdt. Christian Bureni, S.Th  dari Amarasi Timur, Pdt. Sefnat Sailana,S.Th dari Kuneman, Pdt. Jandres Sarkim, S.Th dari Soe-TTS, Pdt. Uria R. M Salmau, S.Th dari Apui, Pdt. Adriana Manimau Otemusu, S.Th dari Amarasi Timur.

Vikaris-vikaris yang perna melayani diantaranya Jediya T Manggi, S. Th, Filseter Hama, S. Th, Erlin Mowata, M. Si.

Perjalanan panjang Mata Jemaat Bethania Alakaman membenahi dirinya menjadi Jemaat yang misioner dan mandiri dalam Teologi, Daya dan Dana sekaligus perpisahan yang terjadi dari Jemaat Fogalalamanta menjadi Jemaat Mahanaem Lohkabul, setelah itu menjadi Jemaat Sinai yang teridiri dari Polikarpus Tamanapui, Sion Fami, Bethania Alakaman masing-masing kini telah dewasa dan mengurus dirinya masing-masing, maka sekarang waktunya bagi mata Jemaat Bethania Alakaman untuk menjadi Jemaat yang misioner dan mandiri.

“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita  bersukacita, (Mazmur 126:5-6),”.

Perlu diketahui, Mata Jemaat Bethania Alakaman yang didirikan pada 31 Oktober 1950 resmi mandiri menjadi Jemaat Bethania Alakaman Klasis Alor Tengah Selatan Gereja Masehi Injili Di Timor (GMIT) pada tanggal 1 Juli 2022 dengan nomor: 069/SK/MS-GMIT/2022.

Laporan/Editor: Markus Kari