News  

Warga Minta Aktivitas Tambang Galian C di Lengkong Dihentikan

BIDIKNEWS.id, Nganjuk – Warga Desa Sumbersono, Kabupaten Nganjuk meminta agar aktivitas tambang galian C di Kecamatan Lengkong dihentikan. Aktivitas penambangan tersebut diduga merusak lingkungan yakni jalan poros Desa yang menghubungkan lima Desa di Kecamatan tersebut.

Desakan itu disampaikan melalui Anggota DPRD Komisi III dari fraksi Demokrat Fauzi Nirwana, Jumat (19/2/2021). Bertempat di Balai Desa Sumbersono, Fauzi menyoroti keresahan masyarakat di lima wilayah Desa terkait keberadaan galian C yang kini sangat memprihatinkan.

“Kami sepakat dengan warga, menolak adanya aktivitas galian C. Apalagi, dampak yang ditimbulkan dari aktivitas itu merugikan warga dan merusak lingkungan. Tolong dihentikan dulu sementara sebelum jalan itu diperbaiki,” kata Fauzi.

Hal senada diucapkan Camat Lengkong, Sugeng Dono Prasojo. Para pengusaha tambang, menurut Sugeng, harus mentaati aturan yang telah ditetapkan melalui Undang-undang.

“Kalau memang mereka sudah mengantongi izinan, saya ingin melihat legalitas suratnya,” ujar Sugeng

Ia menambahkan, aktifitas Galian harusnya memperhatikan Analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal.

“Saya lebih mengutamakan bagaimana masyarakat bisa aman, nyaman dan kondusif, kita hentikan sementara jika dilarang tentunya akan menjadi masalah baru,” kata Camat Lengkong yang baru menjabat, Jumat (19/2/2021).

Adapun perwakilan Kepala Desa yang hadir merupakan warga dari Desa Pinggir, Sumberkepuh, Sumbersono, dan Desa Prayungan. Mereka dari empat desa tersebut merasa jalan yang dilalui rusak dan terganggu oleh aktivitas galian C.

Salah satu warga Desa Sumbersono Ahmad mengatakan, aktivitas galian C telah merusak jalan Desa.“Kami protes karena sudah lama tidak diperbaiki, Kami berharap jalan ini segera diperbaiki, biar kami nyaman dalam beraktifitas,” kata Ahmad saat ditemui bidiknews.id

Dalam kesempatan itu, para petani pun bertemu dengan perwakilan pemilik tambang. Setelah melalui proses mediasi yang alot, para pihak sepakat tambang galian C sementara di desa tersebut ditutup sampai jalan tersebut diperbaiki.

Laporan Biro Jatim_Kusno