WNA China Pemalsu KTP masih berkeliaran. Bakin Sultra: Kami duga dibekingi Polda

383

Sultra, bidiknews.net – Dalam beberapa bulan terahir negara kita bukan dalam keadaan baik-aik saja, seluruh elemen dari sabang sampai merauke semua berduka, dengan adanya pandemi CoViD-19 ini, ribuan nyawa rakyat hilang akibat keganasan penyakit yang melanda diseluruh dunia.

Ditengah perjuangan rakyat Indonesia melawan wabah CoViD-19, tertanya ada yang lebih berbahaya dari penyakit ini, sehingga peristiwa kejadian yang melanda daerah Sulawesi Tenggara (Sultra), yaitu dugaan kasus WNA asal China telah memalsukan identitas kartu tanda penduduknya (KTP) menjadi warga asli Indonesia sangat menggegerkan rakyat.

Kasus ini mampu membangunkan seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan pandangan kepada negara, agar negara bersikap tegas dan segera mengadili WNA asal China tersebut karna dianggap membahayakan negara. kalau peristiwa ini benar dan terbukti kejadiannya maka negara bisa hancur.

Advertise

Baca Juga

Kasus dugaan KTP Palsu yang telah dilakukan oleh Minster Wang dengan mengganti namanya menjadi Wawan Razak Saputra yang beralamatkan di Kota Kendari Jalan Sao-Sao yang dilaporkan oleh anggota TNI di Polda Sultra beserta rekan-rekannya masih dinantikan proses hukumnya.

Berdasarkan hasil pantaun Barisan Aktivis Sultra (Bakin Sultra), menduga Mister Wang sempat menelpon orang Dirkrimsus Polda Sultra ketika hendak dipanggil oleh anggota TNI diajak kekantor kodim kabupaten Konut.

Percakapan Mister wang melalui via telponnya didengar langsung salah satu anggota TNI, sontak anggota TNI tersebut melontarkan pertanyaan kepada Mister Wang, kamu telpon siapa? Kenapa banyak yang kamu telpon.

Ayo ikut, bapak harus kekantor agar diambil keterangan bapak, lalu Mister Wang tidak menerima ajakan anggota TNI untuk kekantor kami karna dilarang oleh orang dirkrimsus Polda Sultra terkecuali orang Imigrasi yang mengajak baru ikut ujar Ketua Bakin Sultra mencontohkan pernyataan dari beberapa anggota TNI yang dia konfirmasi via telponnya.

Tidak hanya itu anggota TNI juga memastikan siapa sebenarnya orang Dirkrimsus Polda Sultra yang telponan dengan Mister Wang ini, sehingga begitu beraninya orang menelponya melarang Mister Wang untuk ikut kami.

Setelah anggota Kodim Kabupaten Konut memastikan dengan meminta nomor Hp yang menelpon Mister Wang yang melarangnya tadi ternyata memang benar yang menelpon Mister Wang betul orang Dirkrimsus Polda Sultra karena mereka juga telah menelpon nomor tersebut.

“Berdasarkan kejadian sekaligus hasil investigasi kami, Mister Wang Kami duga dibeking oleh orang Polda Sultra juga sehingga membuat Mister Wang bebas keliaran dimana-mana khususnya kota kendari dan sekitarnya. Karna hasil percakapan anggota dan orang dirkrimsus sempat mengaku mereka berteman dengan Mister Wang.” Ungkap La Munduru masih menirukan cerita anggota TNI tersebut kepadanya.

Ketua Bakin Sultra La Munduru mengatakan, kasus ini tidak boleh hanya diperiksa atau ditangani oleh pihak polda Sultra saja tapi perlunya Mabes polri dan aparat TNI ikut mengawasi, jangan sampai kasus ini dicoba dispekulasi lagi seperti kasus yang lainnya ditangani Polda Sultra tak kunjung selesai hingga dapat mengikis kepercayaan masyarakat sultra minim terhadap kinerja polda sultra.

Hingga kasus pemalsuan KTP ini berjalan, Mister Wang tetap bebas berkeliaran kemana-mana sampai sekarang ungkap Ketua Bakin Sultra La Munduru ditemui awak media oline ini Pada Ahad, 10/05/2020.

Laporan : Biro Sultra _ Munawir, S. Pd.
Editor : Redaktur Bidik News