Proyek Lapen Diduga Asal Jadi, Anggota DPRD Matim Minta Kontraktor Bertanggung Jawab

350

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur – Pengerjaan proyek lapisan penetrasi (Lapen) dengan nama paket Simpang Lima-Lengor di Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, diduga asal jadi.

Pantauan Bidik News belum lama ini, pengerjaan proyek tersebut diduga tidak mengikuti spekulasi, sehingga lapisan aspal mudah terkelupas dan hancur.

Hal tersebut diperkuat dengan pengaduan Stefanus Sambung, salah satu warga pengguna jalan.

Advertise

Baca Juga

“Titik yang mengalami kerusakan parah itu akibat kekurangan material dan proses penyiraman aspalnya saat hujan. Waktu itu, mereka kerja sangat buru-buru. Kami sempat menegur tetapi mereka cuek saja,” katanya.

Tanggapan Anggota DPRD

Evaritus S. Suwardi, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur dari Fraksi Nasdem, kepada Bidik News mengungkapkan kekecewaannya terkait hasil pengerjaan proyek tersebut

“Hasil pengerjaannya saya sangat kecewa. Belum genap sebulan sudah hancur begini. Saya sudah mendatangi dinas PUPR Manggarai Timur, meminta Kontraktornya agar bertanggungjawab untuk memperbaikinya secepat mungkin,” ucap Evaritus.

Ia juga meminta tim teknis dari dinas terkait agar mengecek langsung hasil pengerjaan CV. Perintis itu. Ternyata setelah di cek oleh tim teknis, jelas Evaritus, lokasi yang rusak disebabkan karena kekurangan material.

“Orang teknis datang monitor di lokasi pada Rabu 13 Januari lalu. Ternyata di lokasi yang mengalami kerusakan parah, pihaknya sudah melarang kontraktor untuk bekerja karena materialnya tidak lengkap. Namun rupanya pihak Kontraktor tetap melakukan aktivitas sehingga hasilnya begitu. Sangat buruk,” jelasnya.

Ia berharap, dalam masa pemeliharaan ini, pihak kontraktor harus bertanggung jawab memperbaiki ruas-ruas yang mengalami kerusakan, sebelum FHO.

Diketahui, Program peningkatan ruas jalan Mamba-Kejek – Lengor – Sp. Lima tersebut menghabiskan anggaran Negara sebesar 1.917.954.000,00, dengan konsultan perencana CV. Asa Bumi Cakra dan Konsultasi Pengawas Athur Plan Consultant.

Hingga berita ini dipublikasi, Dinas PUPR dan Kontraktor pelaksana belum berhasil dikonfirmasi.

 

Penulis: Nardi Jaya