Viral, Kisah Seorang Suami di Makassar Kehilangan Istrinya Usai Terpapar Covid-19

193

Makassar, bidiknews.id – Corona Virus Disease 19 (Covid-19) sungguh telah menyisakan berbagai cerita kepedihan anak manusia. Sejak virus ini mewabah di Indonesia pada Maret 2020, berbagai kisah memilukan terurai. Seperti yang diceritakan seorang pemuda bernama Ihsan Harahap (28).

Cerita Ihsan di media sosial Twitter mendadak viral. Ihsan menceritakan awal mula sang istri, Amirah Lahaya (31) positif Covid-19 hingga akhirnya sang istri berpulang ke Rahmatullah.

Cuitan Ihsan di media sosial Twitter

Dalam cuitannya, Ihsan menceritakan kenangan-kenangan indah saat bersama Almarhumah istri semasa hidup dan beratnya menerima kenyataan jika ternyata Amirah sang istri positif Covid-19.

Advertise

Baca Juga

“Bismillah, ini hari kedua sejak istriku dimakamkan di Pemakaman Khusus Covid di Macanda, Gowa, Sulawesi Selatan. Setelah pemakaman di malam itu, aku kembali lagi ke rumah isolasi mandiri. Seorang diri,” tulis Ihsan di akun Twitter miliknya @ihsanjie pada 25 September 2020 lalu. Diansir dari detikcom, Minggu 27 September 2020.

Cuitan tersebut sudah retweet sebanyak 26.100 kali dan disukai oleh 85.100 pengguna Twitter.

Ihsan, seperti dikutip detikcom mengungkapkan istrinya Amirah merupakan seorang hakim. Pada 2018, Amirah menjadi hakim di Pengadilan Negeri Sumatera Barat, kemudian dipindahkan menjadi hakim di Pengadilan Negeri Kabupaten Barru Sulawesi Selatan pada April 2020.

“Almarhumah Amirah Lahaya bukan hanya sekedar istriku. Amirah adalah guruku. Orang yang membuat pribadi dan hidupku jauh lebih baik,” tulis Ihsan di media sosial Twitter.

Ihsan menjelaskan, pada 11 September lalu, Amirah mengeluhkan sakit yang kemudian dilakukan rapid test dan hasilnya negatif. Karena negatif, Amirah menjalani perawatan di rumah.

Kenangan Ihsan kepada Almarhumah istrinya, Amirah

Namun kondisi Amirah terus menurun sehingga pada 15 September dia dirujuk ke RS Mitra Husada, Kota Makassar. Tes di rumah sakit tersebut menyatakan Amirah negatif virus Corona.

“Saya nyusul besok paginya hari Rabu, 16 September, mulai ada hasil labnya, yang keluar yang sudah diambil sama dokternya, itu sama, hasil darahnya negatif semua dan nonreaktif semua untuk semua penyakit, termasuk COVID,” kata Ihsan dikutip dari detikcom.

Meskipun hasilnya nonreaktif usai rapid test, namun ternyata hasil laboratorium menunjukkan trombosit dan leukosit menurun kualitasnya. Karena trombosit dan leukosit Amirah menurun itulah, pada Kamis 17 September Amirah menjalani Swab Test.

“Hasil Swab test menunjukkan Amirah positif Covid-19. Amirah kemudian dibawa ke RS Sayang Rakyat yang khusus menangani pasien Covid-19,” ungkap Ihsan.

Ihsan menerima laporan dokter yang merawat Amirah jika kualitas darahnya terus menurun, termasuk kadar oksigen dalam darah yang terus menurun. Pada 23 September, Amirah sempat menelepon Ihsan mengabarkan bahwa dirinya akan dipasangi ventilator. Dokter pun sempat mengabari Ihsan kalau sang istri akan dipasangi ventilator.

Dan ternyata, usai dipasangi ventilator, kondisi Amirah terus menurun. Hingga akhirnya, 23 September pukul 17.30 Wita Amirah menghembuskan nafas terakhirnya.

“Beberapa jam menjelang kepergianmu kamu masih sempat menghubungiku, meminta untuk mengikhlaskan keadaanmu yang sudah seminggu terbaring. Aku iyakan, aku ikhlaskan, agar hatimu damai. Hari itu, tak kusangka perjanjianmu dengan Allah sudah sampai di penghujungnya,” kenang Ihsan melalui akun media sosial Twitter miliknya.

Diketahui Almarhumah dimakamkan di Tempat Pemakaman Khusus Covid-19 di Macanda Kabupaten Gowa. Almarhumah meninggalkan seorang putri berusia 16 bulan, bernama Aruna.

“Mohon doanya Aruna Zakiah Ihsan, putri kami yang berusia 16 bulan. Semoga Aruna tumbuh menjadi anak yang sehat, salehah dan cerdas serta bermanfaat bagi orang banyak,” hatur Ihsan.

Editor: Ahmad Rusli